Jokowi: Negara-negara Lain Sudah Masuk Resesi, Kita Harus Gerak Cepat

Rabu, 25 September 2019 14:24 Reporter : Merdeka
Jokowi: Negara-negara Lain Sudah Masuk Resesi, Kita Harus Gerak Cepat jokowi. ©2018 liputan6.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengatakan dampak ekonomi global yang melambat membuat negara-negara lain mengalami resesi. Untuk itu, dia meminta jajaran menterinya untuk segera gerak cepat memangkas regulasi yang menghambat investasi masuk ke Indonesia.

"Informasi saya terima ekonomi global yang melambat banyak negara-negara sudah masuk pada resesi. Kita berpacu dengan waktu dan harus bergerak dengan cepat, dengan pemangkasan, dengan penyederhanaan dari regulasi-regulasi yang menghambat," kata Jokowi.

Hal ini disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas mengenai penanaman modal di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (25/9).

Rapat kali ini merupakan lanjutan dari rapat sebelumnya yang juga membahas soal deregulasi investasi. Jokowi mengingatkan menteri terkait untuk berpacu memberikan jaminan dan kepastian hukum bagi penanaman modal di Indonesia.

"Hari ini, supaya progress-nya lebih tajam, jangan sampai mengulang apa yang sudah kita bicarakan pada rapat yang lalu," jelas dia.

Sebelumnya, Jokowi mengaku akan rutin menggelar rapat membahas soal investasi agar Indonesia dilirik oleh para investor asing. Dia meminta kementerian terkait untuk menindaklanjuti perusahaan yang sebelumnya ingin berinvestasi di Indonesia.

Jokowi mengaku masih sering mendapat keluhan dari para investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia terkait regulasi yang rumit dan berbelit-belit. Hal ini dikhawatirkan akan membuat para investor enggan berinvestasi di Indonesia.

Terlebih, negara-negara tetangga lain sudah melakukan perbaikan untuk menarik para investor. Untuk itu, dia kembali mengingatkan agar kementerian mulai menyederhanakan proses perizinan investasi.

Mantan Walikota Solo itu meyakini ada persoalan serius sehingga para investor enggan menanamkan modalnya di Indonesia. Jokowi menyebut perusahaan asing tersebut memilih Vietnam lantaran waktu yang dibutuhkan untuk merampungkan perizinan hanya dua bulan.

"Kita bisa bertahun-tahun, penyebabnya hanya itu, tidak ada yang lain. Oleh sebab itu, saya suruh kumpulkan regulasi-regulasi ya itu (untuk sederhanakan)," ucap Jokowi.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com [did]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini