Jokowi Minta Regulasi Industri Farmasi Dipangkas Supaya Harga Obat Murah

Kamis, 21 November 2019 16:04 Reporter : Supriatin
Jokowi Minta Regulasi Industri Farmasi Dipangkas Supaya Harga Obat Murah Presiden Jokowi. ©2018 istimewa

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memangkas regulasi yang selama ini menjadi kendala bagi industri petrokimia dalam mendukung peningkatan bahan baku obat lokal yang terintegrasi bagi industri farmasi dan alat kesehatan nasional. Ini disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas Program Kesehatan Nasional.

"Disederhanakan, sehingga industri farmasi bisa tumbuh dan masyarakat dapat membeli obat dengan harga yang lebih murah," tegas Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (21/11).

Jokowi mengaku telah mengantongi laporan bahwa 95 persen bahan baku obat masih tergantung impor. Jokowi tak ingin hal ini kembali terjadi. Karena itu, Terawan diminta segera mencari jalan keluar guna mengurangi ketergantungan pada bahan baku obat impor.

"Ini sudah tidak boleh lagi dibiarkan berlama-lama," katanya.

1 dari 1 halaman

Insentif untuk Peneliti

Jokowi juga meminta skema insentif bagi peneliti yang menghasilkan temuan obat kesehatan terbaru diperbesar. Selain itu, harga obat tersebut harus kompetitif sehingga bisa menggantikan produk impor.

"Tolong ini digaris bawahi. Selanjutnya hasil riset disambungkan dengan industri penghasil alat kesehatan di dalam negeri," ucap Jokowi. [idr]

Baca juga:
Ferron Pharmaceuticals Perluas Pasar Obat Herbalnya ke Luar Negeri
Indonesia Diharapkan Bisa Produksi Bahan Baku Obat Sendiri
Kemenkeu Percepat Pengembalian Pajak untuk Pedagang Besar Farmasi
Lebarkan Sayap Bisnis, Phapros Bakal Jual Obat TB ke Peru & Antimo ke Nigeria
Genjot Produksi, Produsen Farmasi Ini Siapkan Investasi Rp50 Miliar
Genjot Penjualan, Industri Farmasi Gencar Manfaatkan Platform E-Commerce

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini