Jokowi Ingin Indonesia Bisa Produksi Avtur dari Kelapa Sawit

Jumat, 16 Agustus 2019 12:12 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Jokowi Ingin Indonesia Bisa Produksi Avtur dari Kelapa Sawit Jokowi Pidato di Sidang Tahunan MPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kenegaraannya di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah. Dalam pidatonya, dia membanggakan Indonesia yang terus mendorong terciptanya energi baru terbarukan (EBT).

"Kita harus berani memulai dari sekarang beberapa lompatan kemajuan sudah kita lakukan. Kita sudah mulai dengan program B20, akan masuk ke B30 campuran solar dengan 30 persen biodiesel," kata Jokowi di Kompleks Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8).

Dia meyakini, program campuran dengan biodiesel bisa mencapai 100 persen atau B100. Terlebih lagi, Jokowi meyakini B50 sudah bisa diterapkan di akhir 2020.

Tak hanya itu, Jokowi juga menginginkan agar Indonesia bisa memproduksi bahan bakar pesawat (avtur) dari kelapa sawit, sehingga tidak perlu impor lagi. Dengan diproduksinya avtur dalam negeri, maka Indonesia tidak hanya bisa menghentikan impor tapi juga bisa mengekspor avtur ke negara-negara lain.

"Kita sudah memproduksi sendiri avtur hingga tidak impor avtur lagi. Tapi kita bisa lebih dari itu, kita bisa ekspor avtur, kita juga ingin produksi avtur berbahan sawit," jelasnya.

Dari segi mobil listrik, Jokowi juga ingin Indonesia tak hanya bisa mengembangkan mobil listrik, tapi juga bisa membangun industri mobil listrik nasional. "Kita sudah mulai membuka ruang pengembangan mobil listrik tapi kita ingin lebih dari itu, kita ingin membangun industri mobil listrik sendiri," tandasnya.

Sebelumnya, Jokowi mendorong pengusaha Tanah Air untuk berani menembus pasar dunia. Tak hanya pengusaha, perusahaan pelat merah pun dituntut untuk melebarkan sayapnya ke dunia.

"Kita harus berani melakukan ekspansi tidak hanya bermain di pasar dalam negeri. Produk-produk kita harus mampu membanjiri pasar regional dan global. Pengusaha-pengusaha dan BUMN-BUMN kita harus berani menjadi pemain kelas dunia. Itu yang harus kita lakukan. Talenta-talenta kita harus memiliki reputasi yang diperhitungkan di dunia internasional itu yang harus kita siapkan. Sekali lagi kita harus semakin ekspansif, from local to global," ujarnya dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8).

Guna mewujudkan hal tersebut, Presiden Jokowi menegaskan Indonesia harus segera berbenah. Saat ini dinilai adalah momentum yang tepat, tatkala antara 2020 hingga 2024, Indonesia berada di puncak periode bonus demografi. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini