Jokowi: Ekonomi Kuartal II-2020 Bisa Tumbuh -4,3 Persen

Kamis, 16 Juli 2020 09:24 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Jokowi: Ekonomi Kuartal II-2020 Bisa Tumbuh -4,3 Persen Presiden jokowi. ©2017 Biro Pers Setpres

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2020 akan capai -4,3 persen. Hal tersebut disampaikan Mantan Gubernur DKI Jakarta saat memberikan arahan pada para gubernur terkait anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) di Istana Bogor, Jawa Barat.

"Meskipun di kuartal kedua pertumbuhannya kemungkinan, ini dari hitungan pagi tadi yang saya terima, kuartal kedua mungkin kita bisa minus ke 4,3 persen," kata Jokowi dikutip dari setkab.go.id, Rabu (15/7).

Untuk itu, dia mengimbau mulai dari kementerian hingga pemerintah daerah harus lakukan perubahan terutama untuk kuartal ke-III. Menurutnya, dengan melakukan perubahan di kuartal III, maka pertumbuhan ekonomi di kuartal IV akan membaik.

"Di semester kedua, terutama di kuartal ketiga, kita harus berani berbuat sesuatu untuk ini diungkit ke atas lagi. Momentumnya adalah di bulan Juli, Agustus, dan September, kuartal ketiga. Momentumnya ada di situ," imbuhnya.

Dia mengingatkan, agar kepala daerah tidak menunda belanja pemerintah. "Kalau ekonomi di provinsi Bapak-Ibu semuanya ingin cepat pulih, belanjanya semuanya harus dipercepat. Kuncinya hanya di situ. Enggak bisa lagi kita mengharapkan sekali lagi, investasi, swasta, enggak," ungkap Jokowi.

Dia menjelaskan pada saat normal kredit perbankan bisa mencapai 13 persen namun kita tidak bisa diharapkan lagi. Sebab itu Jokowi tegaskan agar gunakan belanja pemerintah.

"Oleh sebab itu, saya berharap, belanja-belanja yang ada ini, harus dipercepat. Karena itu akan menaikkan konsumsi domestik kita, konsumsi rumah tangga kita yang di kuartal kedua ini turun, anjlok," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Dampak Pandemi

rev1

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui bahwa kondisi ekonomi yang diserang pandemi Covid-19 menjadi begitu dramatis. Sebab, setelah pembukaan kembali aktivitas ekonomi di beberapa negara, justru dibarengi dengan peringatan second wave atau gelombang kedua dari pandemi.

"Ini menggambarkan betapa perubahan dari kondisi ekonomi berjalan sangat begitu cepat dan drastis hanya dalam kurun waktu dua kuartal saja," ujar dia dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR, Kamis (9/7).

"Angka kuartal II sudah indikasikan penurunan ekonomi di semua negara. Kuartal II menunjukkan kemerosotan yang sangat drastis dan perlu kita waspadai, Indonesia bisa di atas (minus) 6 persen. Bahkan diperkirakan hingga -12 pada kuartal II. Negara-negara maju seperti AS, Inggris, Jerman dan Jepang bahkan kontraksinya mendekati 10 persen atau double digit," sambungnya menguraikan.

Untuk itu, Sri Mulyani memandang perlu terus meningkatkan kewaspadaan untuk menangani Covid-19 ini. Sebab, bagaimanapun situasi ekonomi masih belum bisa dipastikan, mengingat perkembangan virus yang belum sepenuhnya dapat dipelajari.

"Kita harus terus menaikkan kewaspadaan dan kemampuan kita dalam menangani Covid-19 ini. Kita tahu masalah ini terjadi pembatasan sosial dan kegiatan ekonomi sosial masyarakat menyebabkan dampak meluas di bidang sosial ekonomi. Dan berpotensi memberi dampak serius pada sektor keuangan," pungkas dia. [azz]

Baca juga:
Sri Mulyani Prediksi Ekonomi RI Minus 4,3 Persen di Kuartal II
Restrukturisasi Dinilai Kebijakan Tepat Selamatkan Dunia Usaha Dari Dampak Corona
DPR Beberkan Realisasi Indikator Makro RI, Termasuk Ekonomi Tumbuh Minus 1,1 Persen
Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Turun di Triwulan II-2020
Wapres Ma'ruf Amin Prediksi Ekonomi Kuartal II Tumbuh Negatif

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini