Jokowi Cerita Kerap Pusing dan Kurang Tidur Sejak Menjadi Presiden

Kamis, 14 November 2019 14:55 Reporter : Merdeka
Jokowi Cerita Kerap Pusing dan Kurang Tidur Sejak Menjadi Presiden Jokowi berkumpul dengan para pejabat di Istana. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bercerita mengenai enak dan tidaknya menjadi presiden di negeri ini. Salah satu yang dia soroti ialah kompleksitas masalah yang kerap terjadi di Tanah Air. Sehingga, Presiden Jokowi berkelakar bahwa dia menikmati pusingnya menjadi seorang presiden.

"Jadi Presiden itu enak. Enak pusingnya," tuturnya di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/11).

Untungnya, Presiden Jokowi menyebut salah satu kelebihan dirinya ialah mudah tidur di mana saja. Entah itu dalam keadaan sepi hingga bising sekalipun. Ini memudahkannya beristirahat di sela-sela agenda yang padat memimpin atau melakukan kunjungan negara.

"Saya sering sih tidur di mobil. Baik itu dari Jakarta-Bogor ataupun Bogor-Jakarta. Di pesawat saya tidur 30 menit, di helikopter 10 menit. Saya diberi kenikmatan bisa gampang tidur dengan suara apapun," candanya.

Tetapi Presiden Jokowi menegaskan, dirinya memang justru kurang tidur di malam hari untuk memikirkan tugas negara jika dibandingkan dengan waktu di siang hari. "Kalau malamnya memang saya lebih sedikit tidurnya," kata dia.

1 dari 2 halaman

Jokowi Curhat Sulitnya Pembebasan Lahan

Presiden Joko Widodo meresmikan langsung pengoperasian jalan Tol Akses Tanjung Priok hari ini, Sabtu (15/4). Jokowi tiba di lokasi bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengakui perlu waktu lama untuk menyelesaikan proyek jalan tol ini. Bahkan dari dirinya masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta permasalahan utamanya menurutnya saat pembebasan lahan.

"Kita berada di jalan Tol Akses Tanjung Priok, saya ingat saat saya jadi Gubernur saya sudah berapa kali ngurusin jalan tol ini karena pembebasan lahan," kata Presiden saat peresmian Tol Akses Tanjung Priok.

"Saya ingat terakhir ada di pojok sana mundur dua tahun masalah pembebasan lahan, Alhamdulillah setelah turun ke lapangan beberapa kali bisa selesai," sambungnya.

Jokowi juga mengungkit mundurnya pengoperasian JORR 2 selama 15 tahun karena permasalahan lahan. Dan saat ini sudah bisa dilewati masyarakat, walau menurutnya belum mampu menyelesaikan kemacetan Jakarta.

"Gara- gara 143 KK (Kepala Keluarga) yang tidak mau dilewati dibebaskan, saya ketemu 5-6 kali masyarakat saat itu dan Alhamdulillah sudah selesai dan damai," ujarnya.

Lanjutnya permasalahan yang menghambat penyelesaian proyek ini karena terdapat kesalahan struktur tiang. "Ada 69 tiang yang harus dipotong diganti tiang yang benar, sehingga baru bisa dimulai lagi mungkin mundur 5-6 tahun (penyelesaiannya)."

2 dari 2 halaman

Jokowi Curhat 9 tahun Tinggal di Kontrakan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan perumahan Villa Kencana Cikarang, Cikarang, Kamis (4/5). Jokowi mengaku senang adanya pembangunan rumah sederhana untuk rakyat.

Dalam kesempatan ini, Jokowi lebih banyak berdialog dengan warga Cikarang.

"Ada yang hadir di sini yang sudah tanda tangan akad untuk rumah atau yang akan membeli? Ada? Oh di belakang. Saya mau tanya, cicilan Rp750.000 sampai Rp900.000 itu memberatkan enggak? Coba yang mau beli maju," kata Jokowi di hadapan ratusan warga Cikarang.

Mendengar seruan Jokowi, tiga warga bergegas maju. Mereka adalah Uus Kunadi, Eep, dan Nefi Septiani.

"Ini (rumah) mahal enggak pak?" tanya Jokowi kepada Uus Kunadi.

"Enggak sih," jawab Uus.

"Beli yang mana?" timpal Jokowi.

Uus Kunadi ternyata memilih rumah seharga Rp112 juta. Di hadapan Kepala Negara, Uus mengaku sanggup membayar cicilan rumah sebesar Rp750.000 hingga Rp900.000. Dia juga sanggup membayar uang muka satu persen.

"Insya Allah pak. Pasti (saya bisa bayar cicilan)," kata Uus.

Kepada Uus, Jokowi menyarankan untuk pindah ke perumahan Villa Kencana Cikarang setelah istrinya melahirkan. Saat ini, istri Uus tengah hamil.

"Pas nanti lahir pindah rumah, jadi rumah ini dua kamar, satu kamar mandi lebih dari cukup. Dulu saya ngontrak rumah dengan tipe ini, kamar dua juga sama. Ini tipe 25 gede, dua kamar, satu kamar mandi daripada ngontrak. Saya dulu 9 tahun ngontrak, baru bisa beli rumah," kata Jokowi.

Setelah berdialog dengan Uus, Jokowi berbincang singkat dengan Eep. Eep juga mengaku sanggup membayar cicilan bulanan perumahan Villa Kencana Cikarang.

"Insya Allah sanggup (bayar cicilan rumah)," tegas Eep.

Eep yang merupakan bapak satu anak ini mengaku bisa mengatur gaji bulanan kerjanya agar bisa melunasi rumah Villa Kencana. Dia berjanji akan menyiapkan uang sebesar Rp700.000 dari upah kerja bulanan.

Terakhir, Jokowi berdialog dengan Nefi Septiani. Nefi mengaku sudah membayar uang muka rumah Villa Kencana Cikarang sebesar Rp4 juta.

Senada dengan Uus Kunadi dan Eep, Nefi juga siap membayar cicilan rumah tersebut.

"Insya allah bisa (bayar cicilan rumah)," ujarnya.

Usai berdialog, Jokowi mempersilakan ketiga warga untuk mengambil sepeda. Seperti biasanya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini memberi hadiah sepeda kepada warga yang bisa menjawab pertanyaannya.

"Tadi sudah jawab pertanyaan dapet sepeda satu-satu," ucap Jokowi.

Pantauan merdeka.com di lokasi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (MenPu Pera) Basuki Hadimuldjono hadir dalam peresmian perumahan Villa Kencana Cikarang ini. Hadir juga Menteri badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) Rini Soemarno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Untuk diketahui, dalam rangka menyukseskan Program Sejuta Rumah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali menyediakan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam kesempatan ini, perseroan menggandeng PT Arrayan Bekasi Development menyediakan rumah tapak (landed house) murah bagi kalangan MBR. Melalui kemitraan ini, kalangan MBR bisa memiliki rumah tapak dengan uang muka (down payment/DP) sekitar Rp1,12 juta dan cicilan sekitar Rp800.000 per bulan.

Proyek rumah tapak ini bernama Villa Kencana Cikarang. Rencananya Villa dibangun di atas lahan seluas 105 hektar di Bekasi. Secara total, rumah yang akan dibangun mencapai sekitar 8.749 unit rumah yang diperuntukkan bagi kalangan MBR.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan sebagai integrator Program Sejuta Rumah, pihaknya akan terus mendukung pemenuhan kebutuhan perumahan di Indonesia. Dalam proyek perumahan ini, Bank BTN tak hanya berperan sebagai pemberi kredit pemilikan rumah (KPR), tapi juga menyalurkan kredit konstruksi bagi pengembang.

"Kami terus berupaya memberikan fasilitas kredit tidak hanya bagi nasabah perorangan tapi juga bagi para pengembang untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat kelas menengah ke bawah, jelas Maryono.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Kumpulkan Gubernur Se-Indonesia, Jokowi Beri Arahan Soal Birokrasi Sampai SDM
Jokowi Serahkan Anggaran DIPA Kepada Para Pejabat di Istana
Sambutan Penyerahan DIPA di Istana, Jokowi Hampir Lupa Sapa Wapres Ma'ruf
Jokowi Soal Jabatan Ahok di BUMN: Masih Dalam Proses
Presiden Jokowi Serahkan DIPA Tahun 2020 Rp909 Triliun

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini