Jokowi bakal turun tangan sosialisasi Tax Amnesty ke Singapura

Kamis, 28 Juli 2016 15:06 Reporter : Rizky Andwika
Jokowi bakal turun tangan sosialisasi Tax Amnesty ke Singapura Reshuffle Kabinet Kerja Jokowi-JK. ©biropers

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengumpulkan seluruh Pejabat Eselon I, II, dan III Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/7) siang. Dalam arahannya, Presiden Jokowi menyatakan dirinya akan membantu dengan turun langsung melakukan sosialisasi, bahkan sampai ke Singapura.

"Akan datangi lagi Singapura, Jakarta saya ulang lagi, Makassar, Semarang, Bandung. Semua. Saya akan datang sendiri. Kita ingin memberikan pesan bahwa pemerintah serius, kita all out untuk amnesti pajak," kata Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/7).

Presiden Jokowi mengaku jika pengusaha Indonesia sangat antusias pada program pengampunan pajak ini. Dia mencontohkan seperti saat melakukan sosialisasi di Surabaya dihadiri oleh 2.700 pengusaha. Padahal, hanya disediakan sekitar 2.000 undangan. Hal sama juga terjadi di Medan.

Maka dari itu, presiden mengingatkan agar pegawai pajak tidak melepas kesempatan ini dan kehilangan momentum. Dirinya meminta pegawai pajak juga pro aktif menjemput bola hingga melakukan pelayanan terbaik.

"Sekarang tergantung internal kita. Bisa melayani mereka atau tidak, bisa merangkul mereka atau tidak. Kuncinya di situ, utamanya di Dirjen Pajak," kata Presiden Jokowi.

"Tapi jika kita sudah mati-matian namun pelaksana di lapangan kalau tidak siap, lepas kita. Sekali lagi, pro aktif, jemput bola dan jangan malah menakut-nakuti," tambahnya.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Gubernur BI Agus Martowardojo, Dirjen Pajak Ken Dwijugiastedi, Menko Polhukam Wiranto, Ketua KPK Agus Rahardjo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Jaksa Agung HM Prasetyo.

Sebagai informasi, kebijakan Tax Amnesty membuat Singapura kebakaran jenggot. Sebab, dana milik warga Indonesia yang disimpan di Singapura tidak kecil. Diperkirakan mencapai Rp 3.000 triliun.

Salah satu kebijakan Singapura untuk menggagalkan Tax Amnesty Indonesia adalah dengan menawarkan kewarganegaraan kepada anggota keluarga Indonesia yang menyimpan uang di Singapura.

Dengan menjadi warga Singapura, ketika era keterbukaan informasi Automatic Exchange of Information (AEOI) diberlakukan di 2017, pemerintahan Jokowi tidak bisa menjatuhkan sanksi denda pajak hingga 48 persen sekalipun. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini