Jokowi Apresiasi BI Buat Rupiah Menguat Signifikan Hingga Rp 14.500 per USD

Selasa, 27 November 2018 13:55 Reporter : Merdeka
Jokowi Apresiasi BI Buat Rupiah Menguat Signifikan Hingga Rp 14.500 per USD Rupiah. ©2018 Merdeka.com/Azzura Zurae

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi upaya Bank Indonesia (BI) dalam memperkuat nilai tukar Rupiah. Alhasil, saat ini kurs rupiah tercatat di level Rp 14.488 per dolar Amerika Serikat (USD).

Jokowi mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan BI untuk mengendalikan kurs Rupiah dengan menaikkan suku bunga. Hal ini dinilai cukup ampuh untuk mengerek nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.

‎"Selamat kepada BI, dan jajaran bahwa di tengah gejolak global yang‎ tengah mengguncang kita, BI terus membela kurs Rupiah, kita sadar betul
betapa beratnya pertempuran dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, ‎bulan ke bulan, melakukan intervensi dan menaikkan suku bunga guna stabilkan kurs. Dan Alhamdulillah dalam 2-3 minggu terakhir Rupiah menguat signifikan, kemarin sudah kembali pada kisaran Rp 14.500 per Dolar," ujar dia di JCC, Jakarta, Selasa (27/11).

Tak sampai di situ, BI juga berani menaikkan suku bunga acuannya hingga jadi 6 persen pada pertengahan bulan ini. Hal tersebut dinilai sebuah kejutan yang diharapkan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia.

"Dan baru saja kita lihat, 15 November, BI dan jajaran menunjukkan keberanian, memberikan kejutan kepada pasar, menaikkan suku bunga 6 persen. Yang saya anggap berani itu bukan besarnya kenaikan tapi kejutannya. Mengapa‎? bahwa 31 ekonomi yang disurvei, hanya 3 yang punya ekspektasi BI kenaikan suku bunga itu," jelas dia.

Menurut Jokowi, upaya yang dilakukan BI ini mendapatkan sambutan yang baik dari pasar. Hal tersebut diperlukan di tengah ketidakpastian yang terjadi pada ekonomi global.

"Ini disambut positif oleh pasar dan persepsinya BI tunjukkan ketegasan, determinasi untuk membentengi ‎nilari tukar Rupiah dan mungkin dalam bahasa keseharian kita bisa disebut ‎taringnya BI keluar. Keberanian seperti inilah yang kita butuhkan. Di‎ saat menghadapi ekonomi dunia banyak ketidakpastian," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini