Jokowi: APBN Surplus Rp106 T, Pemerintah Mampu Beri Subsidi agar BBM Tak Naik Tinggi

Selasa, 16 Agustus 2022 11:52 Reporter : Merdeka
Jokowi: APBN Surplus Rp106 T, Pemerintah Mampu Beri Subsidi agar BBM Tak Naik Tinggi SPBU. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan bahwa Indonesia menjadi negara yang mampu menghadapi krisis global. Terbukti, perekonomian bisa terjaga dengan cukup baik dibanding negara lain, bahkan mencatatkan surplus.

Selain itu, Indonesia termasuk negara pulih lebih cepat bangkit lebih kuat yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Bahkan, Indonesia termasuk lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, dengan 432 juta dosis vaksin telah disuntikkan.

Inflasi juga berhasil dikendalikan di kisaran 4,9 persen. Angka ini jauh di bawah rata-rata inflasi ASEAN yang berada di sekitar 7 persen. Jauh di bawah inflasi negara-negara maju yang berada di sekitar 9 persen.

"Bahkan,sampai pertengahan tahun 2022 ini, APBN juga surplus Rp106 triliun. Oleh karena itu, Pemerintah mampumemberikan subsidi BBM, LPG, dan Listrik, sebesar Rp502 triliun di tahun 2022 ini, agar harga BBM di masyarakat tidak melambung tinggi," kata Jokowi dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR-RI dan Sidang bersama DPR RI dan DPD RI tahun 2022, Selasa (16/8).

Selain itu, ekonomi berhasil tumbuh positif di 5,44 persen pada kuartal II tahun 2022. Neraca perdagangan juga surplus selama 27 bulan berturut-turut, dan di semester I tahun 2022 ini surplusnya sekitar Rp364 triliun.

"Capaian tersebut patut kita syukuri. Fundamental ekonomi Indonesia tetap sangat baik di tengah perekonomian dunia yang sedang bergolak," ungkap Jokowi.

2 dari 2 halaman

Indonesia Harus Tetap Waspada

Di satu sisi, Indonesia memang harus tetap waspada dan harus tetap hati-hati. Namun di sisi lain, agenda-agenda besar bangsa harus tetap dilanjutkan untuk meraih Indonesia Maju.

Ke depan, kata Jokowi, tantangan yang dihadapi sangat berat. Semua negara,di seluruh dunia,sedang menghadapi ujian. Krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 belum sepenuhnya pulih.

Perekonomian dunia belum sepenuhnya bangkit. Tiba-tiba meletus perang di Ukraina, sehingga krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan tidak terhindarkan lagi.

Kata Jokowi, 107 negara terdampak krisis, sebagian di antaranya diperkirakan jatuh bangkrut. Diperkirakan 553 juta jiwa terancam kemiskinan ekstrem, dan 345 juta jiwa terancam kekurangan pangan dan kelaparan.

"Ujian ini tidak mudah bagi dunia dan juga tidak mudah bagi Indonesia. Semua ini harus kita hadapi dengan kehati-hatian dan dengan kewaspadaan," pungkas Jokowi.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Pajero hingga Fortuner Antre Solar Subsidi, Gubernur Riau Minta Pakai BBM Nonsubsidi
Jika Pertalite Naik, Harga Barang dan Biaya Transportasi Bakal Ikut Meroket
Penjelasan Menko Airlangga soal Peran Subsidi Jaga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Ekonom: Baiknya Harga Pertalite Naik Rp2.500 dan Pertamax Turun Jadi Rp10.750/Liter
Jokowi Umumkan Kebijakan Baru Subsidi Besok, Harga BBM Bakal Naik?
Menteri Perdagangan Usul Subsidi BBM Langsung ke Warga Miskin Rp500.000 per Bulan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini