JLL: Rumah Tapak dan Pergudangan Tunjukan Kinerja Stabil Selama Pandemi Covid-19

Kamis, 18 Agustus 2022 12:45 Reporter : Merdeka
JLL: Rumah Tapak dan Pergudangan Tunjukan Kinerja Stabil Selama Pandemi Covid-19 Kabar baru dari kawasan industri terbesar se-ASEAN di Cikarang. ©Shutterstock

Merdeka.com - Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, Yunus Karim mencatat, pandemi Covid-19 yang mulai mewabah sejak awal tahun 2020 berdampak besar terhadap sektor properti di Indonesia. Namun, sektor rumah tapak dan pergudangan tetap menunjukan performa yang stabil.

Tantangan yang dihadapi oleh sektor rumah tapak dan pergudangan memang tidak sebesar sektor properti lainya seperti apartemen, perkantoran dan ritel. Oleh karena itu, ketika pandemi mereda, dua sektor rumah tapak dan pergudangan semakin bertumbuh.

Selain itu, JLL Indonesia menyebutkan bahwa dari seluruh wilayah Jabodetabek, total lahan existing kawasan industri pada Kuartal I/2022 mencapai 2 juta meter persegi dan 45 persen di antaranya berada di kawasan Cikarang. Tingkat okupansinya juga terus menunjukkan tren yang membaik dengan rata-rata mencapai 93 persen.

"Sebagian besar permintaan kawasan industri pada Kuartal I/2022 terlihat di wilayah Cikarang karena kemudahan akses dan kenyamanan. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan infrastruktur yang membuat Cikarang memiliki aksesibilitas maupun fasilitas yang terus berkembang," jelasnya di Jakarta, Kamis (18/8).

2 dari 2 halaman

Genjot Kinerja LPCK

lpck

Melihat peluang tersebut, Lippo Cikarang (LPCK), terus mengembangkan dan menjalankan strategi segmentasi industri seiring dengan tingginya permintaan gudang serta pusat logistik. Pencapaian strategi LPCK ini tentu saja berimbas positif kepada kinerja Lippo Karawaci (LPKR) sebagai induk usaha yang memegang 84 persen saham LPCK.

CEO LPKR, John Riady mengatakan, permintaan lahan industri bertumbuh karena bisnis-bisnis yang telah berkembang melihat peluang melampaui pandemi Covid-19 dan para pemain ekonomi digital yang tumbuh sangat cepat juga memperluas jaringan distribusi, gudang, pusat logistik, serta investasi-investasi lainnya.

"Dua sektor properti yang masih bertumbuh meski di tengah pandemi Covid-19 yaitu rumah tapak dan logistik yang justru semakin meningkat karena terdorong industri e-commerce," jelasnya.

John Riady juga menyampaikan optimismenya terkait dengan industri properti yang dipercaya semakin cerah ke depannya, setelah menunjukkan pemulihan pada tahun 2021. Di kawasan industri Lippo Cikarang sendiri, tambah John, sekitar 20 persen-30 persen pembeli mengembangkan lahan untuk kebutuhan pergudangan.

"Di sisi lain, pertumbuhan properti logistik juga didorong oleh kenaikan permintaan atas warehouse atau pergudangan."

[bim]

Baca juga:
Begini Upaya Perumnas Penuhi Kebutuhan 81 Juta Milenial Tak Punya Rumah
BTN Incar Potensi Izin Prinsip KPR Rp2,5 Triliun di Pameran IPEX 2022
PMN Khusus BTN Sebesar Rp2,9 Triliun Dibutuhkan untuk Kebut Program Satu Juta Rumah
Realisasi Insentif Pajak Kendaraan & Rumah Mewah Masih Jauh dari Target
Bukukan Pendapatan Rp765 M, LPCK Raup Laba Semester I 2022 Rp383 M
Lanjutkan Cita-Cita Bung Hatta, Program Satu Juta Rumah Tembus 6,7 Juta Unit
Kementerian PUPR Tagih Data Penerima Huntap di Sulawesi Tengah

Baca juga:
Begini Upaya Perumnas Penuhi Kebutuhan 81 Juta Milenial Tak Punya Rumah
BTN Incar Potensi Izin Prinsip KPR Rp2,5 Triliun di Pameran IPEX 2022
PMN Khusus BTN Sebesar Rp2,9 Triliun Dibutuhkan untuk Kebut Program Satu Juta Rumah
Realisasi Insentif Pajak Kendaraan & Rumah Mewah Masih Jauh dari Target
Bukukan Pendapatan Rp765 M, LPCK Raup Laba Semester I 2022 Rp383 M
Lanjutkan Cita-Cita Bung Hatta, Program Satu Juta Rumah Tembus 6,7 Juta Unit
Kementerian PUPR Tagih Data Penerima Huntap di Sulawesi Tengah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini