JK Soal Gejolak Ekonomi Dunia: Semua Bisa Diatasi, Selesai 2 Atau 3 Tahun Lagi

Kamis, 5 Desember 2019 10:39 Reporter : Anggun P. Situmorang
JK Soal Gejolak Ekonomi Dunia: Semua Bisa Diatasi, Selesai 2 Atau 3 Tahun Lagi JK Pidato di Forum Universal Peace Federation. ©2019 Tim Media JK

Merdeka.com - Wakil Presiden ke-10 dan 12 Indonesia, Jusuf Kalla (JK), mengatakan pemerintah tak boleh pesimistis menghadapi gejolak ekonomi global yang penuh ketidakpastian dalam beberapa bulan belakangan. Dia tidak menampik gejolak ekonomi global, telah berdampak pada ekonomi dalam negeri.

"Pemerintah tidak boleh pesimis. Direktur juga tidak boleh pesimis. Kepala rumah tangga juga. Memang banyak dilema yang kita hadapi, tapi harus dihadapi," ujar JK di depan berbagai pengusaha di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (5/12).

"Semua bisa diatasi persoalan itu apabila kita punya pandangan yang luas. Jadi optimisme itu harus pasti," sambungnya.

JK mengatakan, mengurus negara sama dengan mengurus rumah tangga. Setiap pengambil kebijakan maupun kepala keluarga harus berupaya keluar dari masa sulit agar perekonomian tetap berjalan.

"Kita tidak mungkin hanya duduk termenung di rumah, sedih. Sama juga di perusahaan, kalau dulu banyak libur, mungkin sekarang dikurangi. Tapi penjualan tidak boleh turun, promosi tetap harus tetap jalan," jelasnya.

Dia menambahkan, ekonomi global yang tengah sulit saat ini pasti akan segera berlalu. Paling tidak dalam dua hingga tiga tahun ke depan. "Ekonomi negara juga begitu. Karena siklus akan jalan terus. Ini mungkin situasi akan selesai 2 sampai 3 tahun lagi," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Menkeu Sri Mulyani Curhat Kerap Kena PHP Negosiasi Dagang AS dan China

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan gejolak ekonomi membuat seluruh negara di dunia dihadapkan pada harapan dan kekecewaan. Salah satu kondisi yang paling memberi harapan palsu adalah hubungan dagang Amerika Serikat dengan China.

"Jadi kemarin kita sudah berharap akan ada deal antara AS dan China, tapi tiba-tiba ada perkembangan baru yang membuat kesepakatan kedua negara setelah pemilu 2020. Artinya tiap hari kita dihadapkan berharap lalu kecewa, berharap lalu kecewa," ujarnya di Hotel Westin, Jakarta, Kamis (5/12).

Menteri Sri Mulyani mengatakan, ketidakpastian ekonomi global membuat setiap pemangku kepentingan di seluruh dunia berupaya meningkatkan kewaspadaan. Hal tersebut mengantisipasi agar perekonomian domestik tidak terimbas.

"Tahun 2019 masih dihadapkan pada berbagai ketidakpastian, mungkin ceritanya sama tapi pemicunya selalu berbeda. Lingkungan di mana kita berada dan beroperasi dari sisi ekonomi memang tidak pasti," paparnya.

[bim]

Baca juga:
Menkeu Sri Mulyani Curhat Kerap Kena PHP Negosiasi Dagang AS dan China
Kemenkeu Sebut Kondisi Perdagangan Dunia Tahun ini Terparah Sejak Krisis 2008
Pemerintah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 5,05 Persen di Akhir 2019
Kemenkeu Akui Resesi Dunia Telah Berimbas ke Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
INDEF Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Hanya 4,8 Persen
Ada Ketidakpastian Global, Kadin Beberkan Tantangan Ekspor Indonesia
Menlu Retno: Tiap Pertemuan Pemimpin Dunia Pembahasan Pasti Masalah Ekonomi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini