JK sebut investasi BPKH di Arab Saudi bisa buat ongkos haji dan umroh makin murah

Selasa, 13 Maret 2018 17:56 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Wapres Jusuf Kalla di Makassar. ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menjelaskan berinvestasi ke Arab Saudi adalah hal yang menguntungkan untuk badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam perkembangan haji dan umrah. Menurut Wapres JK, investasi di Arab Saudi akan membuat ongkos perjalanan haji dan umroh jemaah Indonesia lebih murah.

"Perkembangan haji dan umrah makin tinggi hampir 1 juta setahun, maka kalau di Indonesia dan BPKH investasi di Saudi contohnya itu bisa menguntungkan," kata Wapres JK di Kantornya, Jakarta, Selasa (13/3).

Wapres JK mencontohkan, jika BPKH berinvestasi di bidang perhotelan, maka imbal hasil investasi akan lebih pasti dengan banyaknya jemaah umroh Indonesia.

"Karena sudah bisa dipakai setahun. Kalau dulu bikin hotel di sana cuma bisa dipakai 3 bulan. Kalau sekarang karena (jemaah) umroh sedemikian banyaknya maka bisa fasilitas itu dipakai selama 1 tahun. Jadi menguntungkan," kata Wapres JK.

Dia melanjutkan, investasi di perhotelan juga bisa menguntungkan dari sisi ongkos jemaah Indonesia. Sebab, Indonesia bisa meminta kontrak kerja sama jangka panjang dengan kompensasi tarif menginap lebih murah.

"Setidaknya ongkos haji bisa lebih murah, kalau Indonesia. Apalagi tadi dengan strategi umrah, bisa lebih murah lagi," kata Wapres JK.

Diketahui sebelumnya, Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu diinstruksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk berinvestasi ke Arab Saudi. Investasi di Arab Saudi kata JK bisa meminimalisir risiko nilai tukar atau valuta asing (valas), dan juga hasil investasinya cukup tinggi. Saat ini, jemaah umroh Indonesia cukup besar, oleh karena itu hal tersebut bisa mendapatkan hasil investasi dan nilai manfaat.

"Dana dibayarkan melalui setoran itukan terkumpul sekarang kan outstanding sekitar Rp 102,5 triliun itu bisa diinvestasikan kepada instrumen investasi di Arab Saudi maupun Indonesia. Tapi fokus kita di Arab Saudi," kata Anggito.

Anggito dan Alwi Shihab dalam waktu dekat akan berangkat ke Timur Tengah untuk bertemu dengan Islamic Development Bank (IDB) untuk menempatkan dana tersebut. "Kami akan bertemu dengan IDB, karena IDB akan melakukan kerja sama dengan BPKH untuk penempatan dana, pengiriman daging, DAM, dan investasi beberapa fasilitas di Arab Saudi," kata Anggito.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini