JK sebut daya beli turun jika industri RI ganti pekerja dengan robot

Jumat, 11 Agustus 2017 11:43 Reporter : Siti Nur Azzura
Jusuf Kalla . ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan industri di Indonesia. Hal ini bertujuan agar pemerintah bisa menyediakan lapangan pekerjaan sehingga makin banyak tenaga kerja yang terserap.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dia menyarankan agar pelaku industri tidak mengganti tenaga kerja manusia dengan tenaga robot seperti negara-negara lain. Sebab, jika hal ini dilakukan, maka pendapatan masyarakat akan menurun dan daya beli juga ikut menurun.

Dia menjelaskan, di banyak dunia, upah tenaga kerja manusia sangat tinggi sehingga pelaku industri lebih memilih menggunakan tenaga robot. Sebab, dengan pemanfaatan robot maka pelaku industri bisa menghemat pengeluaran, karena robot tidak memerlukan upah melainkan hanya ongkos pemeliharaan.

"Tapi kalau industri di Indonesia, jutaan orang bisa bekerja maka potensi untuk membeli mobil juga jutaan. Kalau robot siapa? Tidak ada gajinya tidak ada upah, hanya ongkos pemeliharaan, dia bisa belanja apa robot itu," kata JK di pameran GIIAS 2017, Tangerang, Jumat (11/8).

JK juga menyarankan agar pelaku industri, khususnya industri otomotif, untuk membuat kendaraan bermotor sesuai dengan standar internasional. Hal ini tentunya agar ekspor mobil di Indonesia bisa terus meningkat dan mampu mendongkrak daya saing.

"Tidak semua mobil yang dijual di luar tentu sama nilai pasarnya di Indonesia. Karena itu, maka perkembangan industri kendaraan di Indonesia sangat penting untuk kita semua," imbuhnya.

[sau]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.