Jiwasraya Buka-bukaan Soal Kasus Gagal Bayar Polis

Minggu, 4 Oktober 2020 20:41 Reporter : Dwi Aditya Putra
Jiwasraya Buka-bukaan Soal Kasus Gagal Bayar Polis jiwasraya. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah memberikan suntikan modal sebesar Rp22 triliun dalam skema penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dana tersebut, nantinya akan digunakan pembentukan asuransi baru Indonesia Finansial Group (IFG) Life melalui PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

Direktur Utama Asuransi Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko mengakui kondisi Jiwasraya saat ini memang tengah mengalami permasalahan kondisi keuangan yang serius. Sehingga mengakibatkan Perseroan tidak mampu memenuhi kewajiban secara penuh.

"Kondisi Jiwasraya sudah terjadi lama (10 tahun), sehingga Jiwasraya tidak mampu memenuhi semua kewajiban secara penuh," ujarnya saat video conference, di Jakarta (4/10).

Dia mengungkapkan setidaknya ada empat faktor yang menyebabkan kondisi perseroan menjadi sulit. Pertama, permasalahan likuiditas dan solvabilitas yang terjadi sejak 10 tahun. "Ini tidak diselesaikan secara fundamental atau solusi yang tepat," ucapnya.

Kedua, adalah permasalahan tata kelola Perseroan yang tidak sesuai dengan standar pasar. Ketiga, permasalahan investasi yang tidak menerapkan prinsip kehati-hatian. "Terakhir, ada dugaan fraud dari manajemen lama yang sedang diproses di Kejaksaan Agung," ucapnya.

Dia mencatat pemegang polis Asuransi Jiwasraya mencapai 2,6 juta orang per 31 Agustus 2020. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen nasabah terdiri dari pemegang polis manfaat pensiun dan masyarakat menengah ke bawah.

"Untuk melindungi pemegang polis maka diperlukan program penyelamatan pemegang polis yang diinisiasi pemegang saham," ucapnya. [azz]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jiwasraya
  3. Asuransi
  4. BUMN
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini