Jelang Ramadan, kenaikan harga daging ayam hantui warga Solo

Selasa, 31 Mei 2016 19:19 Reporter : Arie Sunaryo
Jelang Ramadan, kenaikan harga daging ayam hantui warga Solo harga daging sapi dan ayam naik. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Solo menyebut, dalam sepekan terakhir,
kenaikan harga daging ayam ras mendapatkan perhatian ekstra pihaknya. Catatan TPID, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, daging ayam ras menjadi pemicu tingginya inflasi di Kota Solo dan sekitarnya.

Wakil Ketua TPID Kota Solo Bandoe Widiarto mengatakan, selain daging ayam ras, penyumbang inflasi yang lain adalah beras, bawang merah, dan minyak goreng.

"Data yang kami miliki, inflasi yang diakibatkan kenaikan daging ayam ras terjadi 9 kali, beras 8 kali, bawang merah 5 kali, listrik 3 kali dan minyak goreng 2 kali," ujarnya saat paparan kepada stakeholder terkait dan para wartawan di Balai Kota Solo, Selasa (31/5).

Bandoe menyebut, selain 4 komoditas tersebut, kenaikan harga cabai rawit, bawang putih, dan petai juga mendapat perhatian khusus. Sebab, keempat komoditas tersebut tren permintaannya cenderung mengalami kenaikan.

Bandoe yang juga menjabat Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo itu mengatakan, target inflasi Kota Solo hingga akhir 2016 sebesar 4 plus minus 1 persen. Menurut dia inflasi dalam kisaran itu ideal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Ramadan dan Lebaran ini momentum yang harus diwaspadai agar pencapaian target bisa dilakukan. Dua tahun terakhir menjadi pengalaman, saat Ramadhan dan Lebaran selalu terjadi lonjakan inflasi yang cukup tinggi," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo menambahkan, kenaikan bahan pokok pasti akan terjadi selama Ramadan hingga Lebaran mendatang. Menurut dia, langkah yang harus diutamakan saat ini adalah menjaga agar kenaikan itu masih berada dalam batas wajar. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini