Jelang Lebaran, Pemerintah Kejar Target Penyaluran Bantuan Sosial

Selasa, 19 Mei 2020 11:44 Reporter : Dwi Aditya Putra
Jelang Lebaran, Pemerintah Kejar Target Penyaluran Bantuan Sosial Menko PMK Muhadjir Effendy. ©Antara

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah akan melakukan penyaluran bansos secara besar-besaran hingga menjelang Lebaran. Adapun dari target Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar 9 juta, paling tidak akan disalurkan mencapai sekitar 8,3 juta jiwa.

Sementara sisanya sebanyak 700.000, akan disalurkan secara bertahap usai Lebaran. Mengingat jumlah itu adalah di wilayah-wilayah klaster 3 yang remote area itu membutuhkan waktu kira-kira dua minggu.

"Sehingga setelah Lebaran mungkin baru bisa terealisasi," ujar Muhadjir dikutip laman setkab, Selasa (19/5).

Mengenai dana, dia mengaku sudah dihitung dan tidak ada masalah dan data yang KPM (Keluarga Penerima Manfaat) juga sudah final serta telah dimatangkan dengan Mensos.

Soal delivery system-nya/penyalurnya, akan menggunakan PT Pos yang siap berkomitmen untuk menyalurkan dan sudah janji tidak akan libur pada Lebaran. Untuk PT Pos akan kerja keras untuk mengejar target, yaitu target sekitar 8,3 juta dari 9 juta keluarga penerima manfaat akan bisa mendapatkan bansos ini.

"Untuk yang BLT desa juga sama, BLT desa target kita terutama paling tidak untuk wilayah-wilayah yang terdampak langsung dengan COVID-19 itu akan bisa dicapai sekitar 70 persen. BLT desa ini posisinya dalam posisi terakhir dalam contact data," imbuhnya.

Persoalan itu terjadi karena di samping ada di DTKS, kemudian ada data baru terutama kalangan keluarga miskin baru yang itu dihimpun oleh RT/RW dan itu penggunanya pertama Kemensos.

"Sehingga data Dana Desa ini baru akan bisa digunakan atau didistribusikan kalau memang ada warga masyarakat yang belum tercantum di dalam DTKS dan belum dihimpun oleh RT/RW kemudian dibantu oleh Kemensos, baru ada data warga yang nanti mendapat bantuan Dana Desa," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Untuk itu, menurutnya Dana Desa ini posisinya agak sulit ketika mau mempercepat bagaimana supaya tersalurkan karenanya disepakati prioritas utama adalah nanti dari Kemensos dan 5 hari ini nanti akan bisa segera dikejar.

Dana Desa, juga akan diupayakan untuk mengisi kekosongan yang tidak ada di dalam DTKS maupun data yang dihimpun oleh RT/RW, yang itu nanti akan ditutup oleh bantuan tunai langsung dari Kemensos, yaitu 9 juta kepala keluarga di luar DKI dan Bodetabek.

Kalau pun nanti ada warga yang merasa miskin belum dapat, dia meminta masyarakat segera dibantu untuk disampaikan baik ke RT/RW setempat atau ke kepala desa, bahkan bisa langsung hotline di Kemensos, dan sudah ada nomornya yang untuk bisa menyampaikan itu.

"Prinsipnya kita ingin memberikan perhatian yang semaksimal mungkin terhadap mereka yang betul-betul terdampak, terutama yang membutuhkan pertolongan, terutama dalam dalam kaitan dengan bantuan sosial," tandasnya. [azz]

Baca juga:
Bantu UMKM, Penyaluran Bansos Sembako Disarankan Jadi Bantuan Tunai
Jokowi Akui Prosedur Penyaluran Bansos Berbelit-Belit
Jokowi Minta KPK, BPKP, dan Kejaksaan Dilibatkan untuk Cegah Korupsi Bansos
Jokowi Minta RT, RW, dan Desa Dilibatkan untuk Sinkronisasi Data BST dan BLT
Pemerintah Diminta Tindak Tegas Kasus Politisasi Bansos Warga Terdampak Corona
Percepat Penyaluran Bansos Tunai, Menko PMK Minta Dukungan Pemerintah Daerah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini