Jelang Kenormalan Baru, ini Kunci Agar Industri Keuangan Mampu Bersaing

Kamis, 4 Juni 2020 07:30 Reporter : Anggun P. Situmorang
Jelang Kenormalan Baru, ini Kunci Agar Industri Keuangan Mampu Bersaing Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pandemi Virus Corona yang belum diketahui kapan berakhir membuat masyarakat kini harus menghadapi fase kenormalan baru atau New Normal, yakni fase terjadinya perubahan perilaku masyarakat dalam beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan. Dalam hal keuangan, berbagai perubahan karena pandemi mulai terlihat dari bagaimana masyarakat bertransaksi, kecenderungan untuk lebih memperhatikan nilai ketika membeli sebuah barang, serta pengelolaan keuangan dengan menetapkan skala prioritas.

Riset McKinsey terkait sentimen konsumen Indonesia menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas digital selama masa pandemi, dengan lebih dari 30 persen responden mengaku lebih sering memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memesan makanan secara online. Selain itu, laporan McKinsey terkait dampak yang ditimbulkan dari COVID-19 ini juga menyebutkan bahwa secara global adopsi teknologi digital pada industri keuangan pun meningkat, dimana 73 persen masyarakat telah mencoba adopsi teknologi digital dalam 6 bulan terakhir, dengan 21 persen di antaranya merupakan pengguna baru.

Perubahan perilaku tersebut akan menggiring pada fase The New Normal, yang menuntut masyarakat untuk mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut guna menjaga produktivitas dan keberlangsungan kehidupan. Dari sisi pelaku industri, McKinsey dalam laporannya menyebut setidaknya ada prinsip dasar yang perlu dilakukan saat memasuki masa The New Normal yaitu memperhatikan perubahan perilaku konsumen, pola permintaan yang tidak dapat diprediksi, serta efisiensi operasional berdasarkan skala prioritas.

CEO Kredivo Indonesia Alie Tan mengatakan, pihaknya sebagai fintech lending, juga melihat urgensi pada kemampuan beradaptasi terhadap The New Normal, agar masyarakat serta pelaku industri dapat bertahan dan melewati krisis ini.

"Pada fase The New Normal, kemampuan adaptasi yang agile dan solidaritas adalah kunci untuk melalui kondisi ini sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan serta usaha dalam jangka. Di sisi lain, pelaku industri keuangan juga dituntut untuk terus berinovasi melalui teknologi, guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan transaksi digital yang semakin meningkat di masa pandemi ini," ujarnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (4/6).

Lebih lanjut, untuk pelaku industri keuangan, setidaknya ada dua hal mendasar yang dapat menjadi faktor pendorong agar dapat melakukan adaptasi terhadap The New Normal.

1 dari 1 halaman

Fasih Transformasi Digital

digital

Pandemi ini mengakselerasi kemampuan masyarakat untuk lebih fasih memanfaatkan teknologi, sehingga menjadi katalisator menuju industri 4.0. Kemudahan dalam bertransaksi menjadi kunci yang semakin relevan bagi konsumen saat ini. Industri keuangan dituntut untuk semakin memperkuat transformasi digitalnya, bahkan mempersiapkan strategi secara matang menuju industri 4.0. Namun, edukasi dan literasi digital dalam hal keuangan juga tetap harus dipertimbangkan guna menyeimbangkan antara kondisi industri dengan kesiapan masyarakat menghadapi era revolusi industri 4.0.

Masyarakat Naik Kelas Jadi Konsumen Cerdas

Kondisi ekonomi yang sulit memaksa masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan. Hal ini juga dapat menjadi sinyal positif bagi peningkatan literasi keuangan di Indonesia. Namun demikian, sinyal positif ini perlu diiringi dengan kesiapan para pelaku industri keuangan untuk memberikan produk atau layanan keuangan yang memiliki nilai tambah dan mampu mendukung produktivitas masyarakat.

Adaptasi secara cepat dan pemanfaatan peluang menjadi kunci berdamai di masa pandemi ini. Pelaku usaha harus terus berinovasi untuk menghadapi ketidakpastian dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang selalu berubah. Selain itu, strategi manajemen risiko dan efisiensi operasional berdasarkan skala prioritas juga perlu ditingkatkan oleh pelaku industri untuk memastikan keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang.

[bim]

Baca juga:
Teknologi Ini Bantu UMKM & Pedagang Tetap Berkembang di Tengah Pandemi
ISEI Dorong Konsep New UMKM Berbasis Digital di Masa Kenormalan Baru
Cara Jitu Daihatsu Ingin Dekat dengan Pelanggannya saat Pandemi
Kustomer Mitsubishi Lebih Suka Akses Digital untuk Servis Rutin Kendaraan
Pengembang Zoom Akuisisi Keybase untuk Perkuat Fitur Keamanan Komunikasi Video
Pembelian Makanan Online Meningkat 300 Persen Selama Corona
Honda Rilis Motor Sport Land versi Virtual

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini