JBIC sayangkan niat Indonesia batalkan proyek garapan Jepang

Senin, 19 Januari 2015 13:34 Reporter : Sri Wiyanti
Ilustrasi kereta cepat. ©blogspot.com

Merdeka.com - Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Hiroshi menyayangkan rencana pemerintah ingin membatalkan sejumlah proyek infrastruktur dibiayai investor Jepang. Sebab, Indonesia dinilai masih membutuhkan pembangunan infrastruktur dalam jumlah besar.

"Tentu saja pemerintahan baru punya prioritas. Tapi menurut saya, prioritas yang sempit tidak masuk akal. Jadi cara membuat prioritas adalah tugas yang sangat penting bagi pemerintahan baru," tutur Gubernur JBIC Hiroshi Watanabe seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Jakarta, Senin (19/1).

Dia mengungkapkan, Jepang memiliki rencana proyek infrastruktur bagus untuk dibangun di Indonesia dan berkomitmen untuk menggarapnya. Kendati demikian, menurut Hiroshi, pihaknya bakal tetap menghormati prioritas pemerintahan Jokowi- JK.

"Sejauh ini kami punya list proyek bagus yang dijalankan perusahaan Jepang yang sudah membuat komitmen untuk berkontribusi," katanya. "Tapi seperti wapres katakan tetap pegang prioritas di setiap sektor. Jadi kami akan bicarakan lebih lanjut bagaimana kami bisa tetap terlibat dalam proyek prioritas pemerintah Indonesia."

Sebelumnya, Menteri PPN/ Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengatakan, pemerintah masih mengkaji kelanjutan tiga proyek kerja sama dengan Jepang. Salah satunya, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung- Surabaya senilai sekitar Rp 60 triliun.

Dia tak mengungkapkan dua proyek lainnya yang terancam dibatalkan pemerintah. [yud]

Topik berita Terkait:
  1. Jepang
  2. Infrastruktur
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.