Jasindo Rogoh Ratusan Juta Sediakan Jaringan Internet untuk Siswa di Jateng

Senin, 15 Maret 2021 20:45 Reporter : Merdeka
Jasindo Rogoh Ratusan Juta Sediakan Jaringan Internet untuk Siswa di Jateng asuransi. igiftblog

Merdeka.com - PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo memberikan jaringan internet gratis kepada para siswa di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang kesulitan sinyal saat proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Melalui program #BantuanSinyalPendidikan, Unit CSR PKBL Asuransi Jasindo dan Komunitas Jasindo Millennials menggandeng KitaBisa.com dan UntukTeman.id untuk membangun enam tower internet senilai Rp178.691.000 yang tersebar di beberapa lokasi seperti, Pracimantoro, Saptosari, Tepus, Panggang, Bandongan dan Kali Angkrik.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Cahyo Adi, Asuransi Jasindo yang merupakan bagian dari Holding Perasuransian dan Penjaminan (Indonesia Financial Group) ingin meringankan proses belajar para siswa di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan memberikan internet gratis.

"Selain pembuatan enam tower internet tersebut, dana yang terkumpul juga dialokasikan untuk pembelian paket data untuk kebutuhan internet selama lima bulan hingga tower selesai dibangun, pembelian hygiene kit sebanyak 300 pak, perlengkapan sekolah seperti tas, buku tulis dan ATK serta juga menyediakan sarana belajar daring berupa laptop, tablet dan ponsel di masing-masing lokasi," kata Cahyo, Senin (15/3).

Dia juga menambahkan, enam wilayah tersebut dipilih karena dianggap memiliki akses internet yang sulit ketimbang wilayah lainnya.

"Kami merasakan bahwa belajar dari rumah membutuhkan fasilitas yang harus memadai. Bisa dibayangkan, ketika mereka belajar dengan jaringan internet yang terputus-putus. Tentu belajar tidak akan maksimal," lanjutnya.

Cahyo juga berharap, bantuan yang diberikan Asuransi Jasindo ini bisa berdampak pada kualitas pendidikan di Indonesia.

2 dari 2 halaman

Percepat Pencairan Klaim

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) diminta segera mencairkan asuransi pertanian milik para petani di Kecamatan Undaan, Kudus. Tepatnya, para petani di Desa Ngemplak dan Wates yang telah mengikuti program perlindungan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Kementerian Pertanian (Kementan) juga meminta pembayaran klaim asuransi pertanian dipercepat selama masa pandemi covid-19 berlangsung.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam beberapa kesempatan telah mengingatkan kepada jajarannya agar produksi pangan pokok utamanya padi harus tetap dijaga.

"Saat ini iklim tidak menentu. Namun petani haris terjaga kesejahteraannya. Yang gagal panen atau gagal tanam klaim asuransinya agar dipercepat agar bisa menanam kembali," ujar Mentan SYL, Kamis (11/3).

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com [idr]

Baca juga:
Per 9 Maret, 73 Persen Peserta Asuransi Jiwasraya Sudah Restrukturisasi Polis
Asuransi Jasindo Bayar Klaim Sektor Energi Rp2,7 Triliun
Bisnis Insurtech Diramalkan Tumbuh Pesat Saat Pandemi
OJK Catat Profil Risiko Lembaga Jasa Keuangan Januari 2021 Terjaga
Vaksinasi dan Penurunan Infeksi Covid-19 Dunia Genjot Optimisme Pemulihan Ekonomi

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Asuransi
  3. Internet
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini