Jasa Marga Catat EBITDA Kuartal I-2019 Tumbuh 14,5 Persen

Rabu, 24 April 2019 16:20 Reporter : Dwi Aditya Putra
Jasa Marga Catat EBITDA Kuartal I-2019 Tumbuh 14,5 Persen Jasa Marga. ©Liputan6.com/Ilyas Praditya

Merdeka.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatatkan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) pada kuartal I-2019 sebesar Rp 1,81 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 14,5 persen atau sekitar Rp 229,58 miliar dibandingkan kuartal I periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pada periode ini Perseroan juga mampu mencatat margin EBITDA sebesar 71,8 persen lebih besar dari Kuartal I tahun 2018, yaitu sebesar 66,30 persen," kata Corporate Secretary Jasa Marga, M Agus Setiawan, melalui keterangan resminya, Rabu (24/3).

Agus mengatakan dari sisi pendapatan usaha diluar konstruksi, Jasa Marga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 2,52 triliun atau meningkat 5,7 persen dari Kuartal I tahun 2018. Angka tersebut berasal dari kontribusi pendapatan tol sebesar Rp 2,34 triliun atau naik 6,3 persen dibandingkan Kuartal I tahun 2018.

Dari total pendapatan tol tersebut, kontribusi pendapatan tol dari anak perusahaan mencapai 16,11 persen meningkat 4,78 persen dibandingkan kontribusi pendapatan tol periode sebelumnya yang hanya sebesar 11,33 persen.

"Kenaikan kontribusi tersebut merupakan dampak positif dari pengoperasian jalan tol baru dan konektivitas jaringan Jalan Tol Trans Jawa di akhir tahun 2018," kata Agus.

Di sisi usaha lain, Perseroan membukukan pendapatan usaha lain sebesar Rp 179,6 miliar. Sementara itu, di tengah mulai beroperasinya jalan tol baru dan masifnya kebutuhan pendanaan untuk penyelesaian konstruksi proyek jalan tol, Jasa Marga mampu menjaga laba bersih pada Kuartal I tahun 2019 tetap stabil sebesar Rp 584,8 miliar.

Dalam sisi pendanaan, untuk menjaga kondisi keuangan Jasa Marga kembali melakukan inovasi alternatif pendanaan berbasis ekuitas yaitu Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK DINFRA). Produk keuangan KIK DINFRA Jasa Marga ini merupakan Produk KIK DINFRA yang pertama kali dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. "Seluruh capaian tersebut merupakan pembuktian Jasa Marga untuk tetap menjaga kinerja positif," imbuhnya.

Kemudian, pada sisi operasional, Jasa Marga juga telah mengoperasikan Jalan Tol Medan-Kualanamu Tebing Tinggi Seksi 7 (Sei Rampah Tebing Tinggi) sepanjang 9,26 Km. Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang akan menghubungkan Aceh hingga Lampung.

Saat ini jalan tol tersebut dapat memperlancar arus transportasi dan logistik antara Kota Medan, Bandara Internasional Kualanamu, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, dan Kawasan Pariwisata Danau Toba.

Agus menambahkan, sesuai dengan rencana pengoperasian jalan tol baru pada tahun 2019, Jasa Marga manargetkan dapat mengoperasikan kurang lebih 245 Km jalan tol baru yang tersebar di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan serta Pulau Sulawesi.

Untuk target pengoperasian wilayah Jabotabek dan Pulau Jawa terdiri dari Jalan Tol Cengkareng-Kunciran (14,20 Km), Jalan Tol Kunciran-Serpong (11,20 Km), Jalan Tol Serpong-Cinere (10,14 Km), Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated (36,40 Km), Jalan Tol Pandaan-Malang (38,49 Km) serta Jalan Tol Gempol-Pandaan (1,60 Km).

Sementara itu, untuk target pengoperasian di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi terdiri dari Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi 7 Sei Rampah-Tebing Tinggi (Telah beroperasi Maret 2019 sepanjang (9,26 Km), Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (98,89 Km) serta tiga seksi untuk Jalan Tol Manado-Bitung: Seksi 1A Manado-Sukur (7,00 Km), Seksi 1B Sukur-Airmadidi (7,00 Km) dan Seksi 2A Airmadidi-Danowudu (11,50 Km). [azz]

Topik berita Terkait:
  1. Jasa Marga
  2. BUMN
  3. Bursa Saham
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini