Jangan Menyerah, Hal Ini Bisa Jadi Alasan Anda Tak Lolos Wawancara Kerja

Sabtu, 14 Mei 2022 08:00 Reporter : Siti Nur Azzura
Jangan Menyerah, Hal Ini Bisa Jadi Alasan Anda Tak Lolos Wawancara Kerja Ilustrasi wawancara kerja. ©2012 Shutterstock/Kzenon

Merdeka.com - Mendapat undangan wawancara kerja memang menggembirakan, terlebih lagi jika undangan tersebut berasal dari perusahaan yang sudah diincar. Meski demikian, masih ada beberapa langkah yang harus dilakukan agar lolos seleksi dan mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.

Salah satu yang harus diperhatikan adalah wawancara kerja. Di tahap ini, setiap pelamar akan diberikan kesempatan untuk menjelaskan diri mereka. Dengan wawancara kerja, pihak perusahaan akan mengenal diri calon karyawan dari berbagai sisi.

Sayangnya, meski terlihat mudah namun untuk lolos dari tahap ini nyatanya sangat sulit. Banyak pelamar yang gagal meski sudah yakin dengan jawab yang diberikan.

Kemungkinan alasan Anda tidak lolos wawancara bisa jadi terletak pada cara Anda bersikap selama proses wawancara, atau mungkin karena hal-hal yang terjadi setelah wawancara selesai. Berikut beberapa hal yang bisa menjadi faktornya, dikutip JobStreet.

2 dari 5 halaman

1. Terlihat tidak jujur

tidak jujur rev1

Dalam keseluruhan proses lamaran kerja, kejujuran adalah kunci. Anda memang perlu 'menjual' kelebihan Anda sebanyak mungkin. Tetapi jangan berlebihan sehingga Anda mengklaim pencapaian yang bukan milikmu. Pewawancara akan selalu tahu jika Anda tidak jujur.

Jika Anda mengisi informasi yang tidak benar dalam CV, misalnya mengaku bahwa Anda terampil berbicara menggunakan sebuah bahasa asing, hal tersebut akan bisa dibuktikan kebenarannya ketika wawancara.

Begitu pula jika Anda mengaku memiliki sebuah keterampilan kerja. Pewawancara akan bisa melihat apakah Anda benar-benar menguasainya atau tidak melalui pertanyaan-pertanyaan tentang topik tersebut.

3 dari 5 halaman

2. Kurang mempelajari perusahaan sebelum wawancara

mempelajari perusahaan sebelum wawancara rev1

Pewawancara pastinya ingin tahu sejauh mana Anda mempersiapkan diri untuk bekerja. Mengenali perusahaanmu adalah salah satunya. Jika Anda memperlihatkan bahwa Anda benar-benar berniat untuk bekerja di sana, tentunya pewawancara akan lebih yakin untuk memilihmu.

Anda bisa mulai dengan melihat website perusahaan. Pelajari visi dan tujuan perusahaan tersebut, kemudian pikirkan apakah akan cocok dengan visimu sendiri. Selain itu, Anda juga bisa mencari tahu seperti apa budaya kerja di sana. Misalnya, apakah lembur merupakan kelaziman? Seperti apa tingkat produktivitas karyawannya? Bagaimana hubungan antara atasan dan karyawan mereka?

Selain mempersiapkan diri untuk wawancara, mencari tahu hal seperti ini akan sangat membantumu beradaptasi jika nanti sudah diterima kerja.

4 dari 5 halaman

3. Tidak melakukan follow-up

melakukan follow up rev1

Ini juga salah satu langkah yang sering ditinggalkan pelamar kerja. Seringkali, kandidat menganggap berakhirnya wawancara berarti pula akhir komunikasi antara kandidat dan pewawancara, sehingga mereka tidak mengirim email apa-apa setelah wawancara selesai.

Padahal, follow-up sangat penting untuk menunjukkan perekrut bahwa Anda benar-benar berniat melamar di perusahaan tersebut. Isi dari email follow-up pun tidak perlu terlalu rumit.

Anda cukup mengucapkan terima kasih atas kesempatan wawancara yang telah diberikan, ditambah dengan memberi kontakmu jika perekrut ingin mendapat informasi tambahan.

5 dari 5 halaman

4. Kurang cocok dengan budaya perusahaan incaran

cocok dengan budaya perusahaan incaran rev1

Jika Anda sudah melakukan 3 langkah di atas namun masih belum diterima, bisa jadi, Anda sebenarnya sudah memenuhi kualifikasi, tetapi kurang cocok dengan budaya perusahaan incaranmu.

Selain kualifikasi seperti jenjang pendidikan, keterampilan kerja, serta pengalaman, perusahaan juga mencari karyawan yang visinya sejalan dengan mereka. Dengan begitu, alur kerja, komunikasi, serta hubungan antar karyawan dan atasan bisa terjaga dengan baik.

Jika Anda sudah memenuhi kualifikasi namun dilihat tidak memiliki visi yang sejalan dengan perusahaan, berarti Anda hanya perlu melakukan riset lebih jauh lagi mengenai budaya sebuah perusahaan sebelum Anda melamar. Dalam kasus langka, perekrut kerja bahkan bisa memberi saran tentang calon-calon perusahaan yang mungkin cocok denganmu.

Baca juga:
Dampak Positif dan Negatif dari Job-Hopping, Milenial Musti Tahu
Tips Karir, Tulis Tiga Hal ini di CV Perbesar Peluang Diterima Perusahaan Impian
Kuasai 5 Soft Skill Ini Agar Karir Bersinar di Perusahaan
Mau Cepat Dapat Kerja, Kuasai 4 Keterampilan Ini
Ingin Cari Kerja Sebelum Resign, Berikut Persiapannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini