Jangan Lakukan 5 Kebohongan Ini Saat Wawancara Kerja

Kamis, 15 April 2021 08:00 Reporter : Merdeka
Jangan Lakukan 5 Kebohongan Ini Saat Wawancara Kerja Ilustrasi wawancara kerja. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Creativa

Merdeka.com - Dalam persaingan dunia kerja yang makin kompetitif, beberapa orang mungkin mulai mempertimbangkan untuk memalsukan datanya saat wawancara kerja. Ini dilakukan agar profilnya terlihat lebih menarik dengan mencatutkan sejumlah pencapaian yang sebenarnya hanyalah bualan.

Mungkin cocok jika menyematkan istilah ini, "sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan jatuh juga". Sebab, di dunia yang serba canggih seperti sekarang, teknologi telah berkembang dan membantu perekrut untuk menguliti latar belakang calon pelamar bahkan hingga hal-hal yang detil sekali pun.

Karena itu, memanipulasi data agar terlihat lebih kompeten dibanding pelamar lain hanya akan membawa kecemasan di kemudian hari setelah diterima kerja. Berikut 5 jenis kebohongan paling fatal yang sering dilakukan calon pelamar tentang profilnya saat wawancara kerja, dilansir Ladders.

1. Gelar dan sertifikasi pendidikan

Memalsukan gelar pendidikan atau sertifikasi keahlian khusus pada bidang tertentu merupakan kesalahan yang sangat mudah diungkap. Perekrut dapat menggunakan layanan pemeriksaan latar belakang akademik, seperti memeriksa daftar alumni, menghubungi lembaga pemberi sertifikasi, dan sebagainya.

Melakukan verifikasi tentang informasi akademik dan latar belakang pendidikan bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit. Dan jika anda terbukti berbohong, bisa dipastikan sudah tidak ada peluang untuk bisa diterima oleh perusahaan.

Selain itu, hal paling mengerikan ialah saat perekrut ternyata merupakan alumni dari kampus atau lembaga kursus yang Anda klaim. Perekrut bisa saja menguji Anda dengan bertanya tentang siapa profesor favorit anda dalam program itu, dan jika melakukan kebohongan, tentu ini pertanyaan yang sulit ditemukan jawabannya.

2. Prestasi kerja

Penting untuk tidak berbohong tentang tingkat keahlian Anda. Sebab, manajer di tempat tersebut bisa saja menghubungi mantan bos lama anda untuk mengonfirmasi kebenaran prestasi yang sudah diklaim tadi.

Misalnya Anda bekerja sebagai pembuat konten artikel. Saat wawancara berbohong dengan mengatakan berhasil menulis puluhan artikel dalam seminggu, perekrut bisa saja menghubungi atasan di tempat kerja lama anda untuk memastikannya.

Selain itu, kebohongan ini juga bisa membawa malapetaka di kemudian hari. Melebih-lebihkan prestasi akan membuat ekspektasi semakin besar, dan ujung-ujungnya tanggung jawab yang harus dilakukan juga semakin besar. Sementara kemampuan yang terbatas akan membuat Anda keawalahan.

Baca Selanjutnya: 3 Alasan pemecatan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini