Jangan Asal Beli Saham, Ini 3 Nasihat Warren Buffett untuk Investor Pemula

Rabu, 5 Mei 2021 07:00 Reporter : Anggun P. Situmorang
Jangan Asal Beli Saham, Ini 3 Nasihat Warren Buffett untuk Investor Pemula Warren Buffett. ©Jamie McCarthy / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP

Merdeka.com - Miliuner Warren Buffett yang sukses melalui investasi saham memberikan nasihat jitu kepada investor muda agar berhati hati membeli saham. Tren beli saham memang terus naik di masa pandemi. Orang-orang yang sebelumnya tidak paham instrumen investasi ini, terjun langsung tanpa ada bekal ilmu.

Warren mengatakan, setidaknya ada beberapa hal yang harus dipahami sebelum terjun membeli saham. Dia pun memberikan 3 nasihat kepada investor pemula yang menggebu-gebu ingin terlibat jual beli saham.

Tiga nasihat ini ditulis oleh CNBC Make it, seperti dikutip merdeka.com, Rabu (5/5).

1. Memilih Saham Lebih Sulit dari yang Terlihat

Buffett memperingatkan agar tidak berinvestasi pada saham yang hanya menguntungkan saat ini. Dia menginginkan para pemilik dana merenungkan terlebih dahulu saham ala yang dapat memberikan keuntungan hingga 30 tahun ke depan.

"Saya tidak berpikir rata-rata orang dapat memilih saham. Saya ingin para pendatang baru di pasar saham untuk merenungkan sedikit sebelum mereka mencoba dan melakukan 30 atau 40 perdagangan sehari untuk mendapatkan keuntungan dari apa yang tampak seperti permainan yang sangat mudah," kata Buffett.

Untuk menggambarkan kesulitan mencapai kesuksesan saat memilih saham, Buffett pertama kali membagikan daftar 20 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar pada bulan Maret - termasuk Apple, Saudi Aramco, Microsoft, Amazon, Alphabet, dan Facebook.

Dia bertanya kepada audiens saham mana yang mereka prediksi akan bertahan dalam 30 tahun. Buffett kemudian berbagi 20 perusahaan teratas berdasarkan kapitalisasi pasar pada tahun 1989; itu termasuk perusahaan Jepang, Exxon, GE, Merck dan IBM. Tak satu pun dari mereka tetap berada di 20 besar hari ini.

"Saya kira sangat sedikit dari Anda yang akan mengatakan nol, dan saya tidak berpikir itu akan terjadi, tetapi ini adalah pengingat tentang hal-hal luar biasa yang bisa terjadi," kata Buffett.

"Kami sama yakinnya pada diri kami sendiri, dan Wall Street, pada tahun 1989 seperti saat ini. Tapi dunia bisa berubah dengan cara yang sangat, sangat dramatis. Lagi pula ada lebih banyak hal untuk memilih saham daripada mencari tahu apa yang akan menjadi industri yang luar biasa di masa depan," sambungnya.

Baca Selanjutnya: Pemula Investasi di Reksadana...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini