Jamsostek ingin jaminan sosial masuk kurikulum kampus

Kamis, 14 November 2013 22:01 Reporter : Mardani
Jamsostek ingin jaminan sosial masuk kurikulum kampus Pengobatan gratis Jamsostek. ©istimewa

Merdeka.com - PT Jamsostek mendorong agar jaminan sosial dapat masuk di program kurikulum perguruan tinggi. Alasan utamanya, jaminan sosial penting bagi setiap warga negara.

"Memperkenalkan ke mahasiswa soal jaminan sosial, untuk memastikan para mahasiswa yang menjadi calon-calon pemimpin bangsa sudah aware kepada jaminan sosial," kata Direktur Umum dan SDM PT Jamsostek Amri Yusuf di Universitas Syah Kuala, Aceh, Kamis (14/11).

Menurutnya, kampus merupakan tempat yang paling tepat untuk menyosialisaskan pelbagai pemikiran dan program.

"Jamsos akan tumbuh kalau masyarakat kampus ikut urung rembuk. Karena banyak kebijakan nasional yang diambil pemerintah itu setelah dishare dengan pihak kampus," katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Syah Kuala, Syamsu Rizal, menyambut baik dorongan agar jaminan sosial menjadi kurikulum di perguruan tinggi.

"Saya menyambut dengan baik, di 2014 kita akan mulai. Nanti akan dilihat sejauh mana asuransi jamsos itu dalam syariat Islam," katanya.

Jamsostek juga memberikan beasiswa bagi 10 mahasiswa Universitas Syah Kuala dan kepada empat anak dari peserta Jamsostek di Aceh.

Masing-masing mahasiswa mendapat beasiswa sebesar Rp 5 juta. PT Jamsostek juga memberikan bantuan kepada pihak universitas senilai Rp 50 juta. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Jamsostek
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini