Jalan Nasional Jalur Pantai Selatan Tersambung dari Bayah Hingga Malang di 2022

Selasa, 16 November 2021 20:36 Reporter : Merdeka
Jalan Nasional Jalur Pantai Selatan Tersambung dari Bayah Hingga Malang di 2022 Basuki Hadimuljono. istimewa ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pengerjaan jalan nasional di jalur pantai selatan atau Pansela Jawa. Rencananya, jalan Pansela dapat tersambung dari Bayah, Kabupaten Lebak, Banten hingga Malang Selatan pada 2022 mendatang.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menargetkan, jalur Pansela Jawa mulai dari Banten hingga ujung Jawa Tengah bisa tersambung pada akhir 2021 ini.

"Ini kalau dari Jawa Barat sudah tersambung, Jawa Tengah InsyaAllah tahun ini tersambung, Yogyakarta tersambung, Jawa Timur baru sampai Sendangbiru," jelas Menteri Basuki di Rangkasbitung, Banten, Selasa (13/11).

Dia mengabarkan, pengerjaan jalur Pansela Jawa saat ini masih terhenti sampai Sendangbiru di Kabupaten Malang bagian selatan. Ini lantaran Islamic Development Bank (IDB) masih menghentikan program pembiayaan proyek.

"Kemarin saya baru ketemu dengan IDB, dia akan meneruskan sisanya di Jawa Timur. Jadi akhir tahun ini tinggal sisa di Jawa Timur yang belum tersambung," ujar Menteri Basuki.

Diharapkan program pembiayaan tersebut bisa segera cair, sehingga jalur Pansela Jawa dapat tersambung penuh dari Bayah, Banten hingga ke Banyuwangi, Jawa Timur. "Pansela tinggal dari Sendangbiru sampai Banyuwangi, itu yang kita lagi cari financing-nya. Kita ingin secepatnya. Mungkin dari Bayah sampai Sendang Biru ini 2022 tersambung," tutur dia.

2 dari 2 halaman

Skenario Jalan

Secara skenario, penanganan jalan Pansela Jawa dilaksanakan melalui program Regional Road Development Project (RRDP) yang didanai oleh Islamic Development Bank (IDB) dengan masa pelaksanaan Agustus 2019-Februari 2023.

Di Jawa Tengah, penanganan jalur Pansela Jawa dilakukan di 2 ruas sepanjang 10,65 km, yakni ruas Tambakreja-Bantarsari di Kabupaten Cilacap sepanjang 6,15 km dengan progres fisik 81,59 persen. Pekerjaan di lapangan dikerjakan Kontraktor PT Istaka Karya-PT Trie Mukty dengan nilai kontrak Rp 95,45 miliar.

Selanjutnya ruas Jladri-Karangbolong-Tambak Mulyo di Kabupaten Kebumen sepanjang 4,5 km dengan progres 93,97 persen dan anggaran Rp 53,99 miliar. Proyek ini dilaksanakan oleh kontraktor PT Sumber Karya-PT Karya Adi Kencana.

Sementara di Yogyakarta sedang ditangani 3 paket pekerjaan Jalur Pansela sepanjang 17,32 km. Antara lain penanganan Jembatan Kretek 2 sepanjang 2,02 km senilai Rp 364,62 miliar, ruas Legundi-Planjan di Kabupaten Gunungkidul sepanjang 4,7 km dengan progres fisik 49,85 persen senilai Rp 80,46 miliar, dan ruas Jeruk Wudel-Baran-Duwet di Kabupaten Gunungkidul (10,6 km) dengan progres 82,40 persen.

Pengerjaan jalur Pansela selanjutnya di Jawa Timur terdiri dari 4 ruas yakni ruas Prigi-Batas Kabupaten Tulungagung- Klatak-Brumbun sepanjang 17,78 km dengan progres 29,39 persen, ruas Batas Kabupaten Tulungagung-Serang-Batas Malang sepanjang 22,85 km dengan progres 45,92 persen.

Kemudian ruas Jarit-Puger di Kabupaten Lumajang dan Jember sepanjang 23,18 km, dan ruas Simpang Balekambang-Kedungsalam di Kabupaten Malang sepanjang 17,87 km dengan progres 48,52 persen senilai Rp 227,52 miliar. [idr]

Baca juga:
Simpang 7 Solo Bakal Dibangun Rel Eleveted dengan Bentang Terpanjang
Ada Tol Serang-Panimbang, Perjalanan dari Serang ke Rangkasbitung Hanya 15 Menit
Menteri Basuki Sebut 4 Ruas Tol Baru Beroperasi Akhir 2021, Ini Detailnya
Menteri PUPR Dorong Investor Turki Tanamkan Modal di Infrastruktur RI
PP Presisi Incar Kontrak Baru Rp6 Triliun di 2022

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini