Jakarta raup pajak 2017 Rp 36 T, terbesar dari BPHTB dan reklame

Selasa, 2 Januari 2018 14:34 Reporter : Hari Ariyanti
Jakarta raup pajak 2017 Rp 36 T, terbesar dari BPHTB dan reklame Anies Baswedan ke Pasar Tanah Abang naik KRL. ©2017 Merdeka.com/Syifa Hanifah

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menghadiri acara tasyakuran Pegawai BPRD (Badan Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah) atas tercapainya realisasi penerimaan pajak daerah 2017. Realisasi pajak pada 2017 mencapai Rp 36,1 triliun atau 103,54 persen dari target Rp 35,6 triliun.

"Kita bersyukur dan bangga DKI bisa melampaui targetnya cukup tinggi dan mudah-mudahan tahun depan lebih baik," harapnya di Kantor Dinas Teknis BPRD Provinsi DKI Jakarta, Gambir, Jakarta, Selasa (2/1).

Menurutnya, pada 2014 realisasi pajak sebesar Rp 27 triliun, meningkat menjadi Rp 29 triliun pada 2015 dan menjadi Rp 31 triliun pada 2016. Capaian ini menurutnya berkat kerja keras jajaran BPRD yang terus menggenjot pertumbuhan realisasi sehingga hasilnya terlihat signifikan.

Sumbangan terbesar berasal dari pajak pembeli properti atau BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dengan capaian 121 persen dari target. Disusul pajak reklame sebesar 106 persen. Sedangkan, pajak yang capaiannya di bawah 100 persen yaitu pajak air dan tanah sebesar 95 persen dan pajak hiburan sebsar 94 persen.

"Yang harus kita perbaiki ke depan yang belum tercapai. Yang sudah tercapai kita pertahankan," ujarnya.

Capaian tahun 2017 akan dijadikan pedoman dalam menyusun target 2018. Anies memastikan akan mematok target lebih tinggi pada tahun depan. "Jadi target tahun depan (2018) kita pastikan targetnya tinggi dan BPRD bisa tetap berprestasi seperti tahun ini," kata Anies.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini