Jaga Pasar Keuangan, Bank Indonesia Rutin Komunikasi dengan Investor

Kamis, 26 Maret 2020 17:12 Reporter : Anggun P. Situmorang
Jaga Pasar Keuangan, Bank Indonesia Rutin Komunikasi dengan Investor investasi. shutterstock

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya terus mengupayakan pasar keuangan Indonesia tetap menarik bagi investor di tengah kepanikan pandemi virus corona. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melakukan komunikasi rutin dengan investor.

"Sejak pekan lalu, kami sudah teleconference dengan investor dan dengan Kemenkeu, termasuk Wamenkeu, lakukan teleconference, dan saya juga lakukan. Dan nanti sore juga. Nanti juga akan diikuti banyak investor," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/3).

Melalui komunikasi tersebut, bank sentral berupaya menjelaskan sejumlah langkah yang telah dilakukan untuk menjaga ekonomi. Tidak hanya itu, Bank Indonesia juga meyakinkan investor bahwa pihaknya selalu ada di pasar keuangan.

"Kami kasih confidence ke mereka, mereka juga confidence terhadap kondisi ekonomi RI baik, dan mereka tentu saja tidak bisa disalahkan dengan persepsi mereka, tidak bisa disalahkan karena ini juga pelaku usaha di dunia, investor panik. Makanya fenomena dana asing keluar terjadi tidak hanya di Indonesia," kata Perry.

Upaya tersebut pun disambut baik oleh investor. Hari ini, beberapa investor sudah mulai membeli aset keuangan baik saham, Surat Berharga Negara (SBN) walau belum cukup besar.

"Kelihatan pada hari ini kami lihat beberapa investor mulai beli aset keuangan baik saham, SBN, meski gak besar. Ini menunjukkan begitu kepanikan berakhir dan bagaimana kita kelola ekonomi," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Stok Uang Tunai

tunai rev1

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyebut bahwa bank sentral menyimpan stok uang tunai sebanyak Rp450 triliun atau cukup untuk 6 bulan ke depan. Pernyataan tersebut untuk menjawab keresahan berbagai pihak terkait kekurangan uang tunai di tengah pandemi virus corona.

"Stok kami itu lebih dari cukup, cukup untuk memenuhi hampir 6 bulan kebutuhan. Yang kurang lebih Rp450-an triliun. Jadi masyarakat, kami pastikan kami punya stok yang cukup dan kerja sama dengan industri perbankan sistem keuangan," ujarnya di Jakarta, Kamis (26/3).

Perry mengatakan, Bank Indonesia sejak awal Maret lalu sudah mulai mengganti uang-uang di ATM dengan persediaan terbaru yang sudah di karantina. Selain itu, pihaknya juga langsung melakukan karantina begitu menerima uang dari perbankan.

"Kami sudah bekerja sama dengan erat dengan perbankan. Kami sudah menambah supply uang di ATM dengan uang yang baru bahkan sejak awal Maret. Kami juga sudah begitu satgas menetapkan masa darurat sampai dengan 29 Mei. Kami juga sudah mengkarantina uang yang disetorkan oleh perbankan," jelasnya.

Meskipun memiliki kecukupan stok yang memadai, Bank Indonesia tetap mengimbau masyarakat menggunakan transaksi non tunai. Sebab, dengan menggunakan transaksi non tunai masyarakat bisa membantu mengurangi penyebaran Covid-19.

"Makanya pada saat ini, mari kita gunakan non tunai kan lebih cepat, lebih efisien, uang elektronik gunakan, mobile banking gunakan, internet banking gunakan. Dan jangan lupa menggunakan QRIS yang sudah kami kampanyekan," jelasnya.

"Sehingga tak harus keluar rumah bayar kebutuhan sehari-hari. Cukup dengan pakai HP. Mari semakin banyak menggunakan transaksi non tunai. Apa keuntungannya ikut mencegah Covid-19. Kemudian mempermudah transaksi kita," tandasnya. [idr]

Baca juga:
Bank Indonesia Simpan Stok Uang Tunai Rp450 Triliun, Cukup untuk 6 Bulan
Ibunda Presiden Jokowi Meninggal, Gubernur Bank Indonesia Sampaikan Ucapan Duka
Kepanikan Global Soal Virus Corona Mereda, IHSG Menguat 380 Poin
Rupiah Merosot ke Rp16.000 per USD, Ini Perbedaannya dengan Krisis 1998
Dana Asing Kabur dari Indonesia Rp104 Triliun di Maret 2020

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini