Jadi Sorotan KPK, Tata Kelola Program Kartu Prakerja akan Diperbaiki

Jumat, 26 Juni 2020 16:48 Reporter : Dwi Aditya Putra
Jadi Sorotan KPK, Tata Kelola Program Kartu Prakerja akan Diperbaiki kartu prakerja. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto angkat suara terkait dengan penghentian sementara Program Kartu Prakerja. Dia mengatakan, saat ini pemerintah tengah memperbaiki tata kelola di dalam proses penjaringan peserta dari kartu prakerja.

Airlangga menyadari selama tiga bulan berjalan, permintaan untuk program kartu prakerja telah mencapai 10,4 juta. Sementara data yang dimiliki oleh Kementerian Ketenagakerjaan terverifikasi 1,8 juta, dan belum terverifikasi 1,2 juta. Sedangkan yang mengaku terkena PHK dan dirumahkan mencapai 10 juta lebih.

"Sehingga tentu ini harus ditata secara baik dan salah satunya tentu memperbaiki regulasi yang sebelumnya bukan untuk pandemi covid disesuaikan untuk pandemi covid," kata Airlangga dalam web dinar dilakukan secara virtual, di Jakarta, Jumat (26/6).

Dalam pelaksanaannya, pemerintah memang telah meminta bantuan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Lembaga Kebijakan Pengadsan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk pendampingan. Hal itu sudah diantisipasi jika memang sewaktu-waktu terjadi hal yang menyimpang.

Untuk itu, pemerintah akan memperbaiki dan merencanakan agar pendaftaran program kartu prakerja ke depan ini bisa dibuka dan dilakukan secara tatap muka atau offline. Pertimbangan ini dilakukan agar program ini tepat sasaran

"Kita melakukan revisi dari program kartu pra kerja yang kerja itu sangat diminati karena 10,4 juta itu adalah mereka yang berharap mendapatkan pendidikan mendapatkan training dan mereka berharap akan ada pekerjaan baru setelah pandemi," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Sorotan KPK

Sebelumnya, KPK menemukan sejumlah permasalahan dalam 4 aspek terkait tata laksana sehingga pemerintah perlu melakukan perbaikan dalam implementasi program. Empat aspek tersebut adalah dari proses pendaftaran, kemitraan dengan platform digital, materi pelatihan, dan pelaksanaan program.

"Kami merekomendasikan pemerintah menunda pelaksanaan batch IV sampai ada pelaksanaan perbaikan tata kelolanya," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, dalam Konferensi Pers Pemaparan Hasil Kajian Program Kartu Prakerja.

KPK telah memaparkan hasil kajian dan rekomendasi ini kepada Kemenko Perekonomian dan pemangku kepentingan terkait lainnya dalam rapat pada tanggal 28 Mei 2020. Dalam rapat tersebut, KPK, Kemenko Perekonomian dan pemangku kepentingan terkait lainnya, telah menyepakati empat hal.

Pertama, melakukan perbaikan tata kelola Program Kartu Prakerja berdasarkan rekomendasi dan masukan dari peserta rapat koordinasi. Kedua, menunda pelaksanaan batch IV sampai dengan dilaksanakan perbaikan tata kelola Program Kartu Prakerja.

Kemudian pemerintah akan membentuk Tim Teknis yang terdiri dari berbagai kementerian/lembaga untuk perbaikan tata kelola Program Kartu Prakerja. Terakhir, meminta pendapat hukum kepada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara terkait pelaksanaan Program Kartu Prakerja. [azz]

Baca juga:
KPK Temukan Masalah, Program Kartu Prakerja Harus Dirombak Total
KPK: Program Kartu Prakerja Belum Menimbulkan Kerugian Negara
KPK Rekomendasikan Perbaikan Program Kartu Prakerja
Sebanyak 361.209 dari 477.971 Peserta Kartu Prakerja Terima Insentif dari Pemerintah
Pemerintah Perbaiki Modul dan Kualitas Pelatihan Program Kartu Prakerja
Dinilai Berpotensi Rugikan Negara, Program Kartu Prakerja Bakal Dievaluasi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini