Jadi Penyelamat Jiwasraya, Payung Hukum Holding Asuransi Diteken Februari

Kamis, 16 Januari 2020 10:16 Reporter : Merdeka
Jadi Penyelamat Jiwasraya, Payung Hukum Holding Asuransi Diteken Februari Ilustrasi jiwasraya. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menargetkan pembentukan holding asuransi bisa dimulai pada pertengahan Februari 2020. Holdingisasi merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan Jiwasraya dari masalah gagal bayar.

"Holdingisasi kan baru ditanda tangan prosesnya itu nanti pertengahan Februari. Dari situ, baru bisa terlaksana. Memang kita harus ikuti step-step dari pembentukan holding itu sendiri," kata Menteri Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, pembentukan holding mampu mendatangkan arus kas atau cashflow ke Jiwasraya hingga Rp2 triliun. Selain itu, pendirian anak usaha bernama PT Jiwasraya Putra diharapkan bisa menghasilkan dana hingga Rp3 triliun.

"Lalu juga ada aset saham yang hari ini dideteksi, kita juga kan valuasinya bisa sampai Rp2 triliun sampai Rp3 triliun. Dengan konsep itu ya saving plan bisa berjalan," ujarnya.

Dengan cara itu, Menteri Erick mengatakan pemerintah bisa mengembalikan dana nasabah Jiwasraya secara bertahap. Pemerintah, kata dia, akan segera bertemu dengan DPR untuk membahas prioritas penyelesaian masalah perusahaan asuransi pelat merah itu.

"Nanti tanggal 20 ada pertemuan antara kami (BUMN), Menkeu, dengan DPR. Kita yang penting jelaskan secara terbuka, transparan. Yang pasti kita amat sangat prioritaskan sesuai arahan presiden untuk penyelesaian nasabah Jiwasraya," jelas Menteri Erick.

1 dari 4 halaman

Jiwasraya Tak Masuk Anggota Holding

masuk anggota holding rev1

Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Rahardjo, mengatakan holding asuransi dan penjaminan dibentuk bukan didasari penyelamatan Jiwasraya. "Tidak ada, cuma itu yang saya bilang," ujarnya.

Dia menjelaskan, nantinya holding asuransi ini akan beranggotakan 4 perusahaan. Nantinya, holding ini akan diketuai oleh PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia sebagai induknya, sementara PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Jasa Raharja akan menjadi anggota holding.

"Kalau masalah holding memang sudah dilibatkan untuk pembentukan holding perasuransian dan penjaminan dan sudah proses ke rencana antara kegiatan (RAK) antarlembaga dan sebagainya," ungkap Budi.

2 dari 4 halaman

Holding Asuransi Bakal Suntik Dana ke Jiwasraya

bakal suntik dana ke jiwasraya rev1

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pembentukan holding asuransi menjadi salah satu cara untuk menyelamatkan Jiwasraya. Nantinya, uang nasabah akan dicicil melalui dana holding asuransi sebesar Rp1,5 triliun.

"Kan ada step nya, pembentukan holding itu nanti akan ada cashflow (arus kas) Rp1,5 triliun kita bisa cicil ke depan. Juga nanti ada aset saham yang mungkin bisa dilepas itu bisa," ujar Menteri Erick.

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga, menyatakan pembayaran klaim perusahaan asuransi Jiwasraya akan segera dimulai pada kuartal II 2020. Menurut Arya, hal itu dilakukan sejalan dengan proses penyehatan bisnis perusahaan.

"Nanti kuartal II akan dimulai (pembayaran cicilan), tahun ini, yang pasti kuartal II dengan Jiwasraya Putra, holdingisasi, kita bertahap lah," papar Arya.

Nantinya, akan diprioritaskan pembayaran bagi nasabah-nasabah kecil. Namun, tidak dijelaskan kriteria nasabah kecil tersebut.

3 dari 4 halaman

Curhat Nasabah Jiwasraya: Kita ini Orang Tua, Penuh dengan Penyakit

jiwasraya kita ini orang tua penuh dengan penyakit rev1

Salah satu korban Jiwasraya, Puspita, menyampaikan keluhan dirinya dan para korban gagal bayar polis di dewan perwakilan rakyat (DPR). Puspita mengaku telah menunggu satu setengah tahun tanpa kejelasan. Dia masih memperjuangkan dananya pada polis tersebut bisa dikembalikan ke nasabah.

Puspita, selaku staf administrasi forum korban Jiwasraya, mengatakan banyak orang tua yang menjadi korban gagal bayar polis. Hal tersebut disampaikan dalam FGD fraksi Nasdem yang menghadirkan Dirut Jiwasraya Hexana Tri Sasongko dan Stafsus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Arya Sinulingga.

"Kita menunggu dan menunggu tanpa menerima apapun juga. Kebetulan saya adalah admin Forum Korban Jiwasraya, yang anggota kita 50-60 persen itu adalah di atas 60 tahun, seperti saya," kata Puspita di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Puspita mengatakan, para korban lelah harus menunggu lama penyelesaian polis ini. Dia mengatakan, banyak korban merupakan orang tua dengan penyakit.

"Kalau disuruh menunggu lama, kita kehilangan energi, kita capek. Sudah satu setengah tahun. Member kita adalah orang yang tua, yang penuh dengan penyakit. Bukan orang-orang yang sehat. Kita ini bukan konglomerat loh. Member kita ada 300 orang, 10 persen di atas 70 tahun. Bayangin," ucapnya.

Dia berharap pemerintah memprioritaskan penyelesaian kasus Jiwasraya. Puspita tak mau memusingkan masalah hukum yang berjalan. Dia hanya minta dana tersebut bisa kembali. "Saya tidak mengerti, panja atau pansus. Bagi saya yang penting, uang member kita, yang seluruh Jiwasraya dikembalikan negara ke kita," ucapnya.

4 dari 4 halaman

Jiwasraya Mulai Lakukan Pendataan untuk Bayarkan Cicilan Polis

lakukan pendataan untuk bayarkan cicilan polis rev1

Direktur Utama Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko, mengatakan pihaknya akan melakukan pembayaran polis secara mencicil kepada nasabah. Targetnya pembayaran akan mulai dilakukan kuartal I 2020.

"Intinya bahwa penyelesaian akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan profit yang diterima. Setiap profit yang diterima akan kita pakai untuk menyelesaikan kewajiban secara bertahap," ujarnya.

Saat ini, Jiwasraya tengah melakukan pendataan nasabah. Setiap nasabah akan mendapatkan penanganan yang terbaik. "Tentu ini akan ada mekanisme, kita akan profile nasabah-nasabahnya seperti apa dan kemudian kita cari solusi yang terbaik bagaimana. Mengalokasikan secara bertahap dari profit yang masuk."

Reporter: Lisza Egeham

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Hari Ini, Komisi III DPR Raker dengan Jaksa Agung Bahas Jiwasraya
Periksa 6 Saksi, Kejagung Telusuri Transaksi 55 Ribu Saham Jiwasraya
Ekspresi Bos Sinarmas dan Direktur PT Pan Arcadia Usai Diperiksa Terkait Jiwasraya
Ini Perusahaan yang Bakal Tergabung di Holding BUMN Asuransi
Diperiksa Kasus Jiwasraya, Bos Sinarmas dan Direktur PT Pan Arcadia Bungkam
PKS Desak DPR Buat Pansus Jiwasraya
Buntut Kasus Jiwasraya & Asabri, Jasa Raharja Diminta Hati-Hati Kelola Uang

[bim]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini