Jadi koordinator penonton bayaran, Rika raup Rp 10 juta per bulan

Senin, 17 Juli 2017 08:00 Reporter : Yolanda Permata
Penonton bayaran. ©2017 merdeka.com/Yolanda Permata

Merdeka.com - Masyarakat saat ini tengah menggandrungi program-program televisi yang edukatif. Pemilik televisi pun berlomba-lomba untuk menghadirkan program acara yang menarik minat penonton.

Dari televisi pun, muncul bisnis-bisnis baru. Mulai dari iklan hingga bisnis penonton bayaran. Rika Aprilya Chestisza (21) yang menjalani bisnis penonton bayaran mengaku untung hingga puluhan juta Rupiah.

Rika, sapaannya, mengatakan bisnis unik ini dimulai sejak 2014 untuk keperluan kegiatan kampus. "Dulu saya anak himpunan, dan ditugaskan menjadi koordinator dana usaha. Karena ada acara, jadi saya disuruh cari dana," ujarnya saat ditemui di Depok, Sabtu(15/7).

Untuk mencari dana, Rika disarankan agar mencari jaringan penonton bayaran. Melihat potensi besar, Rika akhirnya melirik bisnis ini sebagai mata pencaharian

Penonton bayaran ©2017 merdeka.com/Yolanda Permata


"Banyak yang minta kontak penonton bayaran, tapi saya ngerasa tidak rela buat memberi jerih payah begitu saja. Akhirnya saya menyarankan agar melewati saya kalau mau nonton. Walaupun pas itu belum dapat keuntungan," jelasnya.

Pertengahan 2015, Rika mulai mendapatkan keuntungan dari bisnisnya tersebut. Dalam sebulan, dia mengaku dapat mengantongi keuntungan paling sedikit Rp 10 juta.

"Jadi sistemnya saya motong dari per anak dan per acara, misalnya dari agensi Rp 25.000 jadi saya potong Rp 5.000. Dan acaranya sehari bisa sampai 5 kali dengan kuota 200 orang. Ya kalau dikalkulasikan bisa hampir minimal pasti dapat Rp 10 juta per bulan, bahkan puasa tahun lalu pernah sampai Rp 25 juta," ungkapnya.

Rika menjelaskan keuntungan tersebut digunakan untuk keperluan pribadi seperti bayar uang kuliah, membeli mobil dan memberangkatkan umroh ibunya. "Pencapaian terbesarnya udah bisa beli mobil sendiri, bayar uang semester, dan hari ibu kemarin saya kasih hadiah umroh untuk ibu," tuturnya.

Penonton bayaran ©2017 merdeka.com/Yolanda Permata

Kendati demikian, Rika mengaku bisnis penonton bayaran ini tidak mudah dilakukan. Sebab, bisnis ini mengganggu kuliah dan waktu bersama keluarga.

Meskipun begitu, Rika ingin fokus merintis agensi baru agar uangnya bisa dikumpulkan untuk menuntut ilmu di luar negeri. "Mau fokus sama bisnis ini, buat nabung juga kalau bisa kuliah mau lanjut keluar. Dan niatnya mau merintis biar bisa jadi agensi," pungkasnya.

[sau]

Topik berita Terkait:
  1. Bisnis
  2. Ekonomi Indonesia
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.