Izin Impor Beras Bisa Digunakan Sebagai Bentuk Antisipasi

Kamis, 18 Maret 2021 17:09 Reporter : Idris Rusadi Putra
Izin Impor Beras Bisa Digunakan Sebagai Bentuk Antisipasi beras bulog. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Lembaga kajian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan izin impor beras secara ideal dapat dimanfaatkan sebagai antisipasi berkurangnya pasokan menjelang periode Ramadan dan Lebaran.

"Izin impornya bisa dipakai untuk eksekusi sewaktu-waktu kalau ada kekurangan pasokan di pasar, apalagi sudah mau Ramadan dan Lebaran," kata Media Relations Manager CIPS, Vera Ismainy dikutip dari Antara Jakarta, Kamis (18/3).

Dia menyatakan, impor beras bisa saja dilakukan karena berbagai faktor seperti ketersediaan pasokan di dalam negeri yang terbatas, hasil panen yang tidak memadai, dan harga beras internasional yang sedang murah.

"Indonesia perlu memastikan ketersediaan pasokan pangan, salah satunya beras, supaya menjaga kestabilan harga maupun meningkatkan penyaluran pangan melalui sembako dan bantuan pangan sehingga dapat dijangkau semua lapisan masyarakat," katanya.

Namun, menurut dia, impor beras tersebut tidak bijak apabila dilakukan mendekati masa panen, apalagi diperkirakan tidak ada kegagalan panen pada awal 2021 dan Bulog bisa menyerap hasil panen untuk optimalisasi cadangan beras.

"Kalau pertimbangannya kenaikan harga, idealnya pemerintah sudah memperkirakan sejak jauh-jauh hari ada kenaikan (walaupun tipis) pada harga beras. Bisa perhatikan juga serapan beras Bulog apakah sudah memenuhi target," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Prediksi FAO

Sebelumnya, Organisasi Pangan Dunia (FAO) dan Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan pandemi Covid-19 telah memperparah situasi pangan di 27 negara dari Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Tengah sehingga setiap negara harus bersiap dalam menghadapi potensi krisis pangan.

Terdapat kemungkinan pandemi dapat membuat krisis pangan lebih dalam yaitu lapangan kerja dan upah yang menurun, disrupsi penanganan pandemi pada produksi dan pasokan pangan dunia, menurunnya pendapatan pemerintah dan meningkatnya ketidakstabilan politik yang memicu konflik berbasis sengketa sumber daya alam.

Menghadapi berbagai ancaman tersebut, pemerintah juga berniat untuk melakukan impor beras sebagai bentuk antisipasi kurangnya pasokan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan memenuhi cadangan bencana. [idr]

Baca juga:
Rencana Impor Beras Jadi Strategi Pemerintah agar Tak Diatur Spekulan
Viral Aksi Pedagang Tolak Impor Beras di Pasar Johar Karawang, Bikin Salut
Turut Rugikan Petani, Pedagang Protes Impor 1 Juta Ton Beras Saat Panen Raya
Panen Raya dalam Waktu Dekat, Ridwan Kamil Minta Impor Beras Ditunda
Pedagang Soal Rencana Impor 1 Juta Beras: Bisa Jatuhkan Harga Beras Nasional
Indef: Impor Beras Lebih Baik Dilakukan Kalau Kebutuhan dalam Negeri Tidak Cukup

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Impor Beras
  3. Ekonomi Indonesia
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini