Istana Sebut Ahok Jadi Komisaris Utama untuk Benahi Pertamina

Senin, 25 November 2019 15:37 Reporter : Supriatin
Istana Sebut Ahok Jadi Komisaris Utama untuk Benahi Pertamina Ahok. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok resmi menjadi Komisaris Utama PT Pertamina. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Ahok akan bertugas membenahi internal Pertamina. Di antaranya, menekan defisit transaksi berjalan.

"Nah kenapa diputuskan pak Ahok jadi Komisaris Utama di Pertamina, karena memang kita menyadari bahwa persoalan bangsa ini salah satunya mengenai current account deficit. Itu yang memberikan kontribusi cukup besar adalah pertamina dan PLN," ungkap Pramono di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (25/11).

Menurut Pramono, sudah saatnya internal Pertamina dibenahi secara total. Bila tidak dilakukan pembenahan maka impor minyak semakin besar sehingga berkontribusi meningkatkan defisit transaksi berjalan.

"Sehingga dengan demikian penugasan pak Ahok paling utama di Pertamina adalah hal-hal berkaitan dengan itu. Untuk memberikan pengawasan jangan sampai Pertamina tidak mau berubah," ucapnya.

Pramono melanjutkan, Ahok diharapkan bisa meningkatkan realisasi pencampuran 20 persen biodiesel dengan 80 persen bahan bakar minyak jenis solar. Program ini mulai diberlakukan sejak Januari 2016 sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 12 tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Menteri ESDM nomor 31 tahun 2008 tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (Biofuel) sebagai Bahan Bakar Lain.

"Jangan sampai Pertamina masih berkeinginan impor minyak padahal kita sudah punya subtitusinya di antaranya adalah CPO baik B20, B30 yang akan dikembangkan menjadi B50," ujar Pramono.

1 dari 1 halaman

Tekan Impor Minyak

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina. Erick menginginkan Ahok bisa menekan impor minyak dan gas di perusahaan pelat merah itu.

"Bagaimana bagian terpenting pertamina, bagaimana mengurangi impor migas harus tercapai, ya bukan berarti anti impor tapi mengurangi," kata Erick di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/11).

Erick meyakini mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai sosok pendobrak yang mampu memenuhi target pembangunan kilang minyak. Diakuinya, ini tugas berat. Sehingga dibutuhkan kerja sama tim yang baik. Tugas ini bukan hanya direktur utama saja.

"Karena itulah kenapa kemarin kita juga ingin orang yang pendobrak, bukan pendobrak marah-marah, saya rasa pak Basuki berbeda, pak Ahok berbeda, kita perlu figur pendobrak supaya ini sesuai dengan target," jelasnya.

[idr]
Topik berita Terkait:
  1. Ahok
  2. Pertamina
  3. Pramono Anung
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini