IPO, Batavia Prosperindo incar dana Rp 40 M untuk ekspansi dan lunasi utang

Senin, 9 Juli 2018 10:59 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
IPO, Batavia Prosperindo incar dana Rp 40 M untuk ekspansi dan lunasi utang Penutupan Bursa. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - PT Batavia Prosperindo Trans Tbk hari ini mencatatkan 400 juta saham baru di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode BPTR. Pada masa penawaran umum pada tanggal 2 - 4 Juli 2018, pemesanan saham perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) mencapai 2 kali dari total saham yang ditawarkan.

Adapun harga penawaran awal sebesar Rp 100 dari hasil Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO). Direktur Utama PT Batavia, Paulus Handigdo mengatakan bahwa dengan pencatatan saham perdana ini perseroan menargetkan dapat menghimpun dana IPO senilai Rp 40 miliar.

"Semua ini tentu tidak terlepas dari kepercayaan pemegang saham maupun customer setia kami," kata Paulus di Gedung BEI, Jakarta, Senin (9/7).

Bersamaan dengan pencatatan sebesar 400 juta saham baru yang berasal dari portepel atau sebesar 25,81 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setalah penawaran umum perdana saham, maka perseroan juga akan mencatatkan seluruh saham biasa atas nama pemegang saham sebelum penawaran umum perdana saham sebesar 1,150 miliar saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham.

Dengan demikian, jumlah saham yang akan dicatatkan oleh perseroan di BEI sebesar 1,550 miliar saham atau sebesar 100 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setalah penawaran umum saham.

Seluruh dana yang diperoleh perseroan dari hasil penawaran umum perdana saham, setelah dikurangi biaya emisi yang berhubungan dengan penawaran umum, akan dipergunakan perseroan untuk meningkatkan jumlah armada kendaraan bermotor.

Sebesar 50 persen akan digunakan untuk penyelesaian angsuran utang sewa pembiayaan untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2018 atas pembelian armada kendaraan bermotor yang telah dilakukan dari pihak ketiga dan pihak afiliasi. Kemudian 50 persen sisanya akan digunakan untuk pembayaran uang muka dan angsuran atas pembelian armada kendaraan motor baru.

Selain itu, dana tambahan tersebut juga akan digunakan untuk ekspansi bisnis ke daerah-daerah dan luar Jawa. "Kami perusahaan yang masih relatif muda, tapi perkembangan kami relatif cepat, dengan pertumbuhan flit mobil lebih dari double tiap tahunnya," ujarnya. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini