IPO akhir Oktober, perusahaan rental modem wifi incar dana Rp 40 miliar

Rabu, 3 Oktober 2018 12:11 Reporter : Merdeka
IPO akhir Oktober, perusahaan rental modem wifi incar dana Rp 40 miliar PT Yelooo Integra Datanet. Bawono ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - PT Yelooo Integra Datanet Tbk (Passpod) berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada akhir Oktober ini. Perusahaan penyedia jasa rental modem wifi itu akan menerbitkan 130 juta lembar saham baru dan 78 juta waran seri I.

Direktur Utama Passpod, Hiro Whardana mengatakan, perusahaan bakal IPO menggunakan buku keuangan April 2018. Adapun 130 juta lembar saham yang dilepas perusahaan setara 34,21 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan nilai Rp 100 per saham.

"Kami menargetkan dana terkumpul sekitar Rp 40 miliar. Itu setelah dikurangi biaya emisi, dana ini akan kami alokasikan untuk pengembangan bisnis, research and development (R&D) aplikasi, dan modal kerja penambahan unit modem dan power bank," tuturnya di Menara by Kibar, Jakarta Pusat, Rabu (3/10).

Passpod mengalokasikan dana IPO 68,10 persen untuk pengadaan billing management system dan perangkat SIM bank. Kemudian 3,69 persen untuk R&D aplikasi penambahan fitur. Serta 28,21 persen untuk modal kerja pembelian model dan power bank.

"Kami harapkan saham Passpod bisa listing di Bursa Efek Indonesia tanggal 27 Oktober atau 29 Oktober. Kami sudah mendapatkan pernyataan pra efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," jelas dia.

Dalam aksi korporasi ini, PT Sinarmas Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Saham yang ditawarkan memiliki harga penawaran Rp 250 - Rp 375 per saham.

Perusahaan juga akan merilis sebanyak-banyaknya 78 juta waran seri I dengan harga pelaksanaan Rp 500 - Rp 750 per saham sebagai insentif dengan perbandingan 5 saham baru berhak memperoleh 3 waran.

"Dana pelaksanaan waran seri I ini seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja, terutama pengembangan usaha ke negara lain," ujar Hiro.

Dalam bidang usaha digital ini, Passpod memiliki tiga segmen usaha yaitu bidang travel services, AI & big data, dan global connectivity. Menggunakan teknologi virtual SIM, modem passpoad mampu memberikan jaringan 4G di lebih 70 negara di dunia seperti Amerika Serikat, Singapura, Hongkong, Thailand, Jepang, Korea Selatan hingga negara di Kawasan Eropa dan Timur Tengah.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Bursa Saham
  2. IPO
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini