Investor China Kerap Dipersepsikan Bisa Rebut Lapangan Kerja Dalam Negeri

Senin, 11 November 2019 15:50 Reporter : Aksara Bebey
Investor China Kerap Dipersepsikan Bisa Rebut Lapangan Kerja Dalam Negeri Ridwan Kamil. ©2019 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengincar investor dari China dan negara ASEAN lainnya. Namun demikian, masih ada persepsi di tengah masyarakat, khususnya ketakutan pembagian lapangan kerja yang bisa diambil alih tenaga asing.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, pola bisnis dengan negara lain sangat diperlukan untuk membantu pembangunan. Terlebih, ini adalah momentum negara Asia mengambil alih peradaban dan perekonomian, setelah sebelumnya dikuasai Eropa dan Amerika.

Asia adalah bangsa besar yang bisa bersinergi melalui forum untuk kerja sama pembangunan. Contohnya, penyelenggaraan 12th China-Asean Conference berlangsung di Kabupaten Bandung Barat, Senin (11/11).

Hanya saja, dia mengakui masih ada persepsi yang salah mengenai upaya menjaring investor asing, khususnya dari China. Padahal, negara tirai bambu sangat potensial untuk digandeng kerja sama karena sudah menguasai berbagai industri.

"Kolaborasi ini penting, harus banyak dialog. Hubungan dagang memang penting, tapi jangan sampai terjadi salah persepsi," kata Ridwan Kamil seusai konferensi.

"Jangan sampai ada salah persepsi seolah Cina mengambil lapangan pekerjaan di Jawa Barat. Hal seperti ini perlu diluruskan oleh pemerintah setempat dan dipertegas oleh pihak China," kata dia lagi.

1 dari 1 halaman

Semua Masyarakat Harus Optimis

Semua masyarakat harus optimistis dengan peluang yang ada. Di samping, komunikasi yang baik harus dilakukan sejak awal agar bisnis yang terjalin saling menguntungkan.

Mengenai pemajuan bidang ekonomi, dia menargetkan generasi milenial bisa beradaptasi dan memanfaatkan revolusi industri 4.0 dengan baik. Di antaranya dengan mempersiapkan keterampilan di bidang digital. [idr]

Baca juga:
Menko Luhut Sebut Konglomerat Hong Kong Lirik Investasi Properti di Indonesia
Kemenhub Sebut Jepang Hingga Malaysia Tertarik Kelola 128 Terminal Bus di Indonesia
Hingga 7 November 2019, Dana Asing Tercatat Rp226 Triliun Masuk RI
Pemerintah Luncurkan Program CEFIM Dukung Investasi Energi Terbarukan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini