Investasi emas, modus yang paling banyak dipakai untuk penipuan

Jumat, 12 Juli 2013 19:31 Reporter : Saugy Riyandi
Investasi emas, modus yang paling banyak dipakai untuk penipuan emas antam. REUTERS/Beawiharta

Merdeka.com - Belakangan ini, masyarakat semakin resah dengan praktik penipuan berkedok investasi atau yang biasa dikenal dengan investasi bodong. Untuk memberantasnya diperlukan kerja sama antar berbagai institusi.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengakui, pihaknya telah mendapatkan laporan ada 40 perusahaan investasi bodong.
"Ke-40 perusahaan itu tidak memiliki izin menarik investasi masyarakat," ujar dia di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Jumat (12/7).

Masyarakat diminta berhati-hati. Muliaman menyebutkan, ada dua kategori masyarakat yang menjadi target perusahaan investasi bodong. Pertama, masyarakat yang tidak tahu kalau perusahaan itu tidak memiliki izin. Kedua, masyarakat yang mengetahui izin perusahaan namun mengharapkan imbal hasil yang besar.

"Sekarang dapat izin gampang benar tapi setelah itu enggak ada pengawasan," tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti Sandriharmy mengatakan, dari laporan tersebut, investasi emas termasuk jenis investasi yang paling banyak digunakan untuk menipu masyarakat. Salah satu alasannya, selama beberapa tahun terakhir harga emas meningkat pesat.

"Itu jadi modus perusahaan yang tidak jelas izinnya," kata dia.

OJK mengklaim kerap melakukan sosialisasi ke masyarakat luas. Pusat pengaduan yang dimiliki oleh OJK juga telah menerima setidaknya 2.028 laporan pengaduan.

"Pengembangan pasar keuangan juga harus dilakukan agar produk yang tidak jelas itu digantikan dengan produk yang sah, formal, dan aman yang diawasi oleh regulator," tambah dia.

Direktur badan Perlindungan Investor dan Nasabah Sutito menambahkan, banyaknya masyarakat yang tertipu tidak lepas dari masih minimnya upaya pencegahan. Penindakan juga dinilainya belum tegas.

"Itu selain rugikan investor juga hancurkan industri keuangan kita," ucapnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Emas
  2. Penipuan Investasi
  3. OJK
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini