Keunggulan Bali yang Tak Dimiliki Daerah Lain di Indonesia

Rabu, 10 Agustus 2022 10:06 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Keunggulan Bali yang Tak Dimiliki Daerah Lain di Indonesia Denyut pengrajin jaranan. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, Bali memiliki keunggulan yang tidak dimiliki daerah lain. Yakni kreativitas, keterampilan, dan ketekunan para perajin terutama dalam membuat produk kriya.

"Jadi ini salah satu keunggulan Bali dan ini penting kita tata dengan baik, sehingga nanti pengembangan produk-produk kriya dan home decor bisa menggunakan basis informasi pasar, ada riset pengembangan produk sehingga produk-produk kreatif berbasis kreativitas di Bali bisa lebih kompetitif di banding produk-produk lain," kata Teten Masduki seperti dikutip dari Antara dalam kegiatan 'Cerita Kriya: Perajin Berdaya, Indonesia Bangkit' di Bali, Rabu (10/8).

Pihaknya juga mengharuskan pengembangan pelbagai agregator ekspor agar para perajin atau pelaku usaha bisa masuk ke pasar global. Menurut dia, para pelaku usaha tak bisa lagi didampingi secara orang per orang karena akan menyulitkan mereka perihal kapasitas produksi, standardisasi, dan biaya logistik.

Karena itu, Menteri Teten menilai kerja sama dengan perwakilan-perwakilan pembeli dunia yang ada di Indonesia perlu pula dilakukan. "Kita sudah banyak agregator-agregator yang menjadi eksportir, misalnya agregator untuk produk organik, produk kriya, dan fesyen. Dengan begitu maka akan lebih mudah (bagi para pelaku usaha mengirimkan produk mereka)," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Pusat Perdagangan Dunia

dunia rev1

Salah satu contoh lain yang dipaparkan ialah terkait komoditas kopi. Pengiriman kopi Indonesia ke Eropa dalam skala kecil disebut bakal membuat biaya logistik melonjak, padahal komoditas itu telah memiliki tata niaga yang baik dari segi eksportir maupun untuk pembeli.

"Jadi sudah ada sistem yang memungkinkan pengiriman ekspor kopi kita lebih efisien, (namun) hal-hal seperti itu kurang diperhatikan. Sekarang, kita akan coba kerja sama dengan para agregator dan eksportir, termasuk juga perwakilan-perwakilan dagang atau agen dari importir yang ada di Indonesia," ungkap dia.

Dengan berbagai upaya tersebut, Menteri Teten mengharapkan Bali bisa menjadi pusat perdagangan internasional di Indonesia. Harapan itu didukung kebijakan pemerintah yang menjadikan Bali sebagai pusat ekspor wilayah timur melalui fasilitas Smesco Hub Timur.

"Kita dorong Bali jadi pusat perdagangan internasional Indonesia seperti Singapura, padahal kan sebenarnya (Singapura) tidak punya apa-apa, tetapi kenapa bisa menjadi pusat perdagangan. Swiss juga sama (mengingat negara itu) tidak punya pelabuhan, tapi semua perusahaan dunia seperti supplier pangan dan lain sebagainya ada dua ribu di Swiss," ucap Menkop UKM.

[bim]

Baca juga:
Genjot Daya Saing, Kemenkop UKM Tingkatkan Kapasitas 425 SDM UMKM di Bali
Ekonomi Pulih dari Dampak Pandemi, Jualan Produk UMKM Shopee Meningkat 6 Kali Lipat
Shopee Ungkap Kendala Pelaku UMKM Saat Go Digital
Menteri Teten Nilai Bali Miliki Potensi jadi Pusat Perdagangan Dunia
Menkop Teten: 86 Persen UMKM Bergantung pada Internet
Menteri Teten Prediksi Potensi Ekonomi Digital UMKM Tahun 2030 Capai Rp4 Triliun
Menkop Teten Catat 19,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini