Inovasi Baru Bisnis Barbershop dengan Model Franchise

Minggu, 12 Juli 2020 12:13 Reporter : Siti Nur Azzura
Inovasi Baru Bisnis Barbershop dengan Model Franchise tanda di depan barbershop. ©todayifoundout.com

Merdeka.com - Saat ini, banyak orang yang ingin memulai sebuah bisnis. Meski demikian, hal ini tentu menjadi sulit bagi pemula, karena kebutuhan dalam usaha tidak hanya mengedepankan modal saja. Untuk itu, yang bisa dilakukan pemula untuk memulai bisnis adalah dengan bisnis franchise.

Jangan pernah meremehkan sesuatu bisnis yang ruang lingkupnya kecil. Sebab ketika usaha tersebut berhasil tumbuh dengan pesat, maka omzet sampai puluhan juta sebulan dapat diperoleh. Apalagi bila sudah memiliki kekuatan brand. Semakin dikenal maka akan mengundang banyak pelanggan.

Salah satu franchise yang bisa dicoba adalah bisnis franchise barbershop. Berbisnis Barbershop memang sudah banyak orang menjalankan dan hampir di setiap tepi jalan ditemui tempat untuk merapihkan rambut tersebut. Sebagai konsumen tentu ingin tampil gaya, percaya diri dengan model rambut unik, elegan dan menawan. Kesan yang dihadirkan tentu berbeda-beda.

Tapi dari sisi pelaku usaha, membuka Barbershop tidak ada salahnya. Apalagi menggunakan franchise dari tukang pangkas rambut ternama. Jangan pernah ragu dalam memanfaatkan peluang tersebut.

"Barbershop menjadi salah satu bisnis yang kian marak di beberapa tahun terakhir. Saya ingin dengan adanya franchise Giovani teman-teman yang baru bermain tidak perlu terlalu bersusah payah membangun brand, mereka cukup memilih franchise yang sekiranya sesuai karater mereka," kata SEO Giovani Barbershop melalui keterangan resminya, Minggu (12/7).

Berbisnis Barbershop berpotensi menghasilkan keuntungan yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Setiap orang atau pelanggan memiliki selera masing-masing dalam merapihkan rambutnya. Semakin variasinya keinginan tersebut, maka potensi meraup penghasilan dapat terlaksana.

1. Berikan Pelayanan yang Lebih Memuaskan

Banyak orang menganggap bahwa membuka usaha potong rambut merupakan sesuatu yang dapat terus berjalan, Tapi pada kenyataannya bisnis manapun tidak dapat dikatakan abadi. Selalu ada tantangan dan kendala tersendiri. Hal ini bisa dilihat dari munculnya para kompetitor dan bentuk persaingan lainnya.

Usaha potong rambut mampu bertahan dan bersaing jika memberikan keunikan, inovasi dan layanan yang memuaskan untuk para pelanggannya. Lama kelamaan mereka akan.lebih selektif ketika memilih Barbershop. Semakin dikenal banyak orang maka lebih menanjak pula popularitasnya.

2. Hadirkan Trend Gaya Rambut Terbaru

Trend gaya rambut seperti tidak ada habisnya. Hal ini karena faktor terinspirasi dari sosok idola, public figure atau melihat implemetasi dari orang lain. Selanjutnya sudah menjadi tugas tukang pangkas rambut untuk lebih update kemampuannya dalam menerapkan model potongan yang sedang populer tersebut.

Bukan tidak mungkin nantinya konsumen justru meminta kepada tukang cukurnya untuk menerapkan gaya rambut yang serupa. Pelanggan terkadang tidak terlalu mempedulikan apakah model rambut tersebut terlihat aneh atau tidak selama menjadi trending pada masanya akan tetap menjadi pilihan.

3. Jangkau Segala Kalangan Usia

Tidak masalah bila ternyata usaha Barbershop hanya melayani konsumen pria saja. Tapi sesuatu yang perlu diingat bahwa setiap laki-laki memiliki rentang usia berbeda-beda. Memotong rambut bukanlah perkara usianya melainkan sudah menjadi kebutuhan bagi mereka ketika ingin merapihkannya.

Hal ini tentu menjadi peluang untuk berbisnis Barbershop mengingat beberapa kalangan usia butuh untuk mencukur rambutnya. Dari segi model biasanya berbeda-beda untuk setiap konsumen. Apalagi jika jumlah pendatangnya lebih banyak bukan tidak mungkin antriannya justru semakin panjang.

Baca Selanjutnya: 4 Munculkan Brand Pribadi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini