InJourney Fokus Benahi Infrastruktur Pendukung Pariwisata

Jumat, 14 Januari 2022 16:35 Reporter : Dwi Aditya Putra
InJourney Fokus Benahi Infrastruktur Pendukung Pariwisata Bali. ©2013 Merdeka.com/perfecttravellers.com

Merdeka.com - Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung atau InJourney resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Kamis kemarin. Kehadiran InJourney ini menjadi diharapkan menjadi momentum untuk melakukan penataan, melakukan transformasi, serta membangun sebuah ekosistem yang lebih kuat dan tangguh di sektor pariwisata.

Direktur Marketing PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono mengatakan, banyak hal perlu dibenahi ke depan untuk meningkatkan sektor pariwisata di Tanah Air. Salah satunya adalah pembenahan terhadap infrastruktur pendukung.

"Jadi memang yang dibenahi itu banyak sekali. Airport, hub lalu kita bicara ITDC banyak yang mesti dibenahi secara infrastruktur maupun kelayakan," kata dia dalam konferensi pers, Jumat (14/1).

Maya mencontohkan, seperti halnya pengembangan wilayah Tana Mori, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dilakukan oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Daerah destinasi wisata super prioritas itu, harus memiliki tempat entertainment.

"Labuan Bajo memang belum ada tempat untuk entertainment. Kita kalau bicara bali sudah full entertainment. Tapi di sana kurang," katanya.

Maya melihat tantangan besarnya adalah bagaimana domestik turis ini perputarannya bisa menjangkau daerah-daerah lima destinasi prioritas dari pemerintah. Sehingga perlu ada akses dan infrastruktur yang perlu dipersiapkan.

"Jadi tantangan besar bagaimana domestik turis ini mau ke destinasi tersebut menarik dan logistik dari satu ke satu seperti apa," tandasnya.

2 dari 2 halaman

InJourney Bakal Jadi Holding BUMN Pariwisata Terbesar di Asia Tenggara

jadi holding bumn pariwisata terbesar di asia tenggara

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menunjuk Maya Watono sebagai Direktur Marketing PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney.

Maya mengakui memang tidak mudah untuk meninggalkan karir yang telah dijalaninya selama 15 tahun dibidang periklanan. Namun dia tidak mengabaikan kesempatan ketika ditawarkan menjadi Direktur Marketing Holding BUMN Pariwisata tersebut.

"Tapi saat ada penawaran ini datang hadir dari Pak Erick dan juga konsep yang sangat luar biasa ini membuat suatu kesempatan yang tidak bisa lewatkan untuk mengabdi ke negara dan memberikan yang terbaik untuk bangsa. Ini adalah sesuatu yang luar biasa," kata Maya dalam konferensi pers, Jumat (14/1).

Menurutnya, InJourney merupakan holding BUMN pariwisata yang sangat menarik. Bahkan, dia memprediksi InJourney akan menjadi holding pariwisata terbesar di Asia Tenggara.

"Injourney ini adalah holding yang menurut saya sangat menarik ya karena ini tidak pernah ada di Indonesia dan ini dibentuk akan menjadi holding pariwisata terbesar di Asia Tenggara," ujarnya.

Dia membandingkan dengan negara tetangga, yakni Singapura yang memiliki Holding Tamasek yang dapat memaksimalkan ekosistem pariwisata Singapura. Sehingga Singapura bisa menjadi hub pariwisata yang luar biasa.

"Kita bisa lihat di Singapura mengkoneksikan antara aviasi dengan pariwisata bagaimana mereka negara yang sebenarnya besarnya sangat kecil, yang bahkan mungkin hanya sebesar pulau Samosir," katanya.

Namun, pendapatan GDP yang diperoleh Singapura dari hub dan pariwisata yang terintegrasi dengan ekosistem tersebut sangat besar.

Sedangkan Indonesia yang punya potensi yang sangat besar, tapi Indonesia belum bisa memaksimalkan aset-aset negara, khususnya disisi pariwisata dalam membentuk ekosistem terintegrasi untuk pariwisata.

"Itu adalah objektif dan tujuan dibentuknya Injourney ini. dan kemarin juga Pak Jokowi menyampaikan pidatonya bahwa memang ekspektasi sangat besar ya dari beliau untuk mendongkrak kembali Pariwisata di Indonesia yang sempat terpuruk karena pandemi," pungkas Maya.

[bim]

Baca juga:
Injourney Bakal Jadi Holding BUMN Pariwisata Terbesar di Asia Tenggara
Jadi Anggota Holding BUMN Pariwisata, Sarinah Bakal Ekspansi ke Luar Jawa
Erick Thohir Tunjuk CEO Dentsu Indonesia Maya Watono Jadi Direktur InJourney
Holding BUMN Pariwisata Harap PT TWC Kelola Taman Mini Indonesia Indah Mulai 2022
Erick Thohir Prediksi Total Aset Holding BUMN Pariwisata Tembus Rp260 Triliun di 2024
Jokowi soal Holding BUMN Pariwisata: Jangan Sampai Muncul Keribetan Baru
Jokowi Resmikan Holding BUMN Pariwisata: Momentum Bangun Kekuatan Besar

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini