Ini Upaya Kementan Agar RI Tak Dibanjiri Kedelai Impor

Jumat, 11 Januari 2019 13:40 Reporter : Merdeka
Ini Upaya Kementan Agar RI Tak Dibanjiri Kedelai Impor kedelai. shutterstock

Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produksi kedelai di dalam negeri. Langkah ini diperlukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor di 2019.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Sumarjo Gatot Irianto menyatakan, pada tahun ini, Kementan menggelontorkan sejumlah bantuan untuk para petani kedelai. Salah satunya berupa bantuan benih di sejumlah wilayah yang menjadi sentral tanaman kedelai.

"Kedelai di 2019 bantuannya ada satu juta hektar tetapi di luar itu ada namanya Swadaya. daerah-daerah yang biasa menanam kedelai itu ada atau tidak ada bantuan dia tetap menanam kedelai. Kita menggunakan bantuan langsung dan sekarang transfer benih dari pusat ke petani sehingga kita pastikan benihnya bagus dan bisa berproduksi dengan baik," ujar dia di Kantor Kementan, Jakarta, Jumat (11/1).

Menurut dia, selama ini upaya untuk mendorong produksi kedelai di dalam negeri kerap menemui beragam kendala. Salah satunya soal ketersediaan lahan tanam.

"Karena arealnya Amerika ini punya 30 juta hektar kedelai, kita ini kalau bisa mencapai setengah juta sudah Swasembada. Masalahnya lahan kita untuk kedelai yang sesuai sangat terbatas. Tapi kalau insentif ini harganya baik petani akan bergerak. Tantangan berikutnya adalah hamanya itu ada 27-29 jenis, sehingga itu menambah biaya produksi," kata dia.

Gatot menyatakan, kedelai sendiri tidak bisa ditanam di sembarang tempat. Lahan yang digunakan untuk tanaman ini memiliki spesifikasi tertentu.

"Lahan yang cocok untuk kedelai biasanya PH-nya netral. Kemudian dia mempunyai kedalaman minimal 20 cm. Biasanya daerah-daerah yang di luar Jawa itu tanahnya masam sehingga butuh dinetralkan PH-nya. Nah itu kan tambah input," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini