Ini Target Penyaluran Kredit Bank Syariah Indonesia Kuartal II 2021

Kamis, 6 Mei 2021 19:33 Reporter : Dwi Aditya Putra
Ini Target Penyaluran Kredit Bank Syariah Indonesia Kuartal II 2021 KUR BRIsyariah. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk akan kembali fokus melanjutkan pembiayaan konsumer dan ritel di kuartal II-2021. Seperti diketahui penyaluran pembiayaan terhadap dua sektor ini menjadi penyumbang terbesar pada kuartal I-2021.

Pada periode Januari-Maret 2021, BSI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp159 triliun atau naik 14,74 persen dari periode sama 2020 sebesar Rp138,6 triliun. Di mana komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp71,6 triliun

"Kalau liat by history memang bangsa Indonesia ini kuat di pembiayaan konsumer dan ritel. Konsumer kan terdiri dari mitra guna, itu berbasis payroll. Dan ini pertumbuhannya sangat bagus, dan di samping itu juga secara kualitas baik," kata Direktur BSI, Hery Gunardi, dalam RUPST, Kamis (6/5).

Oleh karena itu pihaknya, akan mendorong dari sisi mitra guna pembiayaan berbasis payroll di kuartal II-2021. Baik aparatur sipil negara (ASN), karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN, karyawan rumah sakit, ataupun profesi lainnya yang bagus secara kualitas.

Kemudian fokus yang kedua adalah pembiayaan Griya Hasanah. Griya Hasanah adalah produk pembiayaan Perumahan BSI dengan margin khusus dan tenor sampai 30 tahun. Produk ini bisa diperoleh masyarakat yang hendak membeli rumah tapak maupun apartemen.

Selama kuartal I-2021 BSI sendiri telah menyalurkan pembiayaan Griya Hasanah bersubsidi dan nonsubsidi sebesar Rp38 triliun atau naik 13,93 persen secara year on year.

"Ini juga salah satu fokus kita. Karena belajar dari pengalaman, griya ini juga memberikan pertumbuhan yang bagus dan juga di sisi kualitas juga bagus," jelasnya.

"Kemudian, uniknya syariah itu kita bisa melakukan bisnis gadai, dari emas ya. Ini juga cukup lumayan," tambah Hery.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

ini target penyaluran kredit bank syariah indonesia kuartal ii 2021

Selanjutnya perusahaan juga akan mempertahankan posisi pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Adapun UMKM yang akan didorong adalah mereka yang memiliki kualitas bagus.

"Jadi nanti mungkin banyak masuk ke value chain yang principalnya ada di wholesale, itu kita dorong ke bawah. Dan juga UMKM-UMKM yang merupakan pemenang di wilayah atau di daerah masing-masing, atau kota-kota itu juga banyak," jelasnya.

Meski begitu, dirinya juga membuka kemungkinan agar usaha mikro tetap bisa masuk, namin dengan proses selektif. Mengingat perusahaan juga harus menjaga dari sisi kualitas.

Di sisi lain BSI juga akan banyak bekerja sama untuk underline pembiayaan yang mendapat jaminan dari pemerintah atau APBN. Bisa masuk melalui infrastruktur, jalan, dan tentunya masuk ke sektor industri yang memang secara pertumbuhannya masih positif.

"Seperti helathcare, rumah sakit, kemudian industri yang menghasilkan obat-obatan dan sebagainya. Lalu mungkin elektronik ya kita masih masuk, pendidikan juga masuk. Itu dari sisi pembiayaannya nanti di kuartal-II," tandasnya.

[bim]

Baca juga:
Tumbuh 22,6 Persen, Penyaluran Kredit UMKM Bank Syariah Indonesia Kuartal I Rp 35,9 T
Kuartal I-2021, Bank Syariah Indonesia Cetak Laba Bersih Rp742 Miliar
Suku Bunga KPR BSI Diklaim Lebih Rendah Dibanding Bank Lain
Nilai Aset Perbankan Syariah RI Disebut Masih Kalah dari Malaysia
BSI Diminta Mampu Rangkul Lembaga Keuangan Syariah Mikro
BSI Ambil Peran Penting dalam Optimalisasi ZISWAF di Indonesia
Dorong Pelaku Usaha Mikro untuk Go Digital, Pembiayaan Mikro BSI Tumbuh hingga 116,7%

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini