Ini Sebab Produk Syariah Belum Laris Seperti Milik Bank Konvensional

Selasa, 19 Januari 2021 15:53 Reporter : Anisyah Al Faqir
Ini Sebab Produk Syariah Belum Laris Seperti Milik Bank Konvensional syariah. shutterstock

Merdeka.com - Direktur Utama Bank Syariah Mandiri, Hery Gunardi, mengatakan kinerja keuangan syariah masih belum sebaik sektor keuangan konvensional. Tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF), Return On Asset (ROA) hingga pengumpulan dana pihak ketiga yang masih jauh di bawah industri konvensional.

"Ini menunjukkan beberapa indikator belum dicapai dengan baik, tapi beberapa tahun tren terakhir menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya," kata Hery dalam Webinar Sharia Economic Outlook 2021, Jakarta, Selasa (19/1).

Meski dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan peningkatan, namun Hery menilai capaiannya belum signifikan. Masih ada beberapa faktor yang membuat pertumbuhan pasar ekonomi syariah tidak optimal.

Faktor-faktor yang dimaksud Hery antara lain literasi dan inklusi keuangan syariah. Padahal, produk syariah sangat kompetitif dengan konvensional.

"Literasi indeksnya hanya 8,11 persen, dan inklusi keuangan syariah baru 11,06 persen. Ini jauh tertinggal dari industri (konvensional) yang mencapai 29,66 persen untuk literasi, dan inklusi jauh di atas syariah," kata dia.

Penggunaan teknologi juga turut memegang andil peran. Begitu juga dengan SDM yang patut jadi perhatian. "Kompetitif SDM ini juga harus jadi perhatian," kata dia.

Maka tak heran penggabungan bank syariah milik BUMN diharapkan bisa meningkatkan ekosistem keuangan syariah. Sebab, Indonesia dinilai sebagai negara yang memiliki potensi besar dalam bisnis keuangan syariah.

"Oleh karena itu banyak sekali pihak yang menaruh harapan, baik pemerintah atau yang lain," kata dia mengakhiri.

Baca Selanjutnya: Bos OJK: Kinerja Keuangan Syariah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini