Ini Penyebab Petani Indonesia Banyak Miskin

Jumat, 24 September 2021 15:36 Reporter : Merdeka
Ini Penyebab Petani Indonesia Banyak Miskin panen padi. shutterstock

Ombudsman RI mempertanyakan tingkat kesejahteraan petani Indonesia yang semakin sulit. Indikator ini tercermin dari penguasaan petani terhadap lahan pertanian yang semakin hari semakin sempit.

Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika menilai, pihaknya saat ini bisa merefleksikan sejauh mana peran kehadiran negara dalam memberikan upaya serius untuk meningkatkan kesejahteraan dan harkat martabat para petani.

"Pertanyaan yang paling mendasar daripada itu adalah, bagaimana dengan nasib dari para petani kita?" kata Yeka dalam sesi webinar, Jumat (24/9).

Dalam hal ini, dia menyoroti penguasaan lahan petani yang semakin tergerus. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), dia menyebutkan petani di era 1960an masih menguasai layan hingga 1,1 ha.

Jumlah itu kemudian turun menjadi 0,8 ha pada periode 2000an. Melansir data BPS per 2018, Yeka menghitung luas lahan rata-rata kepemilikan petani mengerucut jadi 0,5 ha.

"Dan 60 persen dari petani Indonesia itu ternyata ada di penguasaan lahan seluas 1.000 m2 atau sekitar 0,1 ha," terang Yeka.

"Jadi bisa dibayangkan, bahwa seiring dengan perjalanan bangsa Indonesia, seiring dengan digembor-gemborkannya pembangunan di Indonesia, akan tetapi penguasaan lahan kita semakin menurun," singgungnya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

ini penyebab petani indonesia banyak miskin

Selain lahan penguasaan yang semakin menyempit, Yeka pun menyoroti kehadiran petani gurem yang semakin meningkat. Itu diiringi dengan struktur usia petani tua yang semakin banyak.

Indikator-indikator tersebut dinilainya bukan hanya berdampak terhadap tingkat kesejahteraan petani, tapi juga berpotensi merusak sistem ketahanan pangan nasional.

Meskipun pemerintah telah mengeluarkan berbagai anggaran untuk membantu petani dan sektor pertanian, seperti untuk pembangunan irigasi, penyediaan pupuk bersubsidi, hingga perlindungan harga komoditas hasil pertanian.

"Kenapa di tengah-tengah bantuan dan anggaran pertanian yang semakin meningkat, tetapi karakteristik petani kita tidak semakin baik? Itu bisa dilihat dari kesejahteraannya, dilihat dari penguasaan lahannya," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Baca juga:
Ajak Petani Karawang, Erick Thohir Target 4 Juta Hektare Lahan Ikut Program Makmur
Demi Menjaga Padi, Si Abah Rela Tinggal Seorang Diri di Gubuk Sederhana Tengah Sawah
Kehidupan Petani Sayuran di Balik Proyek JIS
Bulog Serap 1 Juta Ton Beras Petani per 22 September 2021
Polres Kampar Bantah Tudingan Kriminalisasi Petani Kopsa-M
Mendag Lutfi: Kehadiran Warung Pangan Beri Nilai Tambah Bagi Petani
BPS: Upah Harian Buruh Tani Naik Jadi Rp56.902 per Hari Sepanjang Agustus 2021

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini