Ini lima perusahaan idaman para pencari kerja

Rabu, 1 April 2015 09:03 Reporter : Novita Intan Sari
Ini lima perusahaan idaman para pencari kerja Job Fair 2014. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Angka pengangguran di Indonesia saat ini masih cukup tinggi. Merujuk data badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran di Indonesia mencapai 7,24 juta pada November 2014 lalu.

Para pencari kerja di Indonesia mendambakan bisa bekerja di perusahaan besar dengan gaji fantastis. Dari data survei yang dilakukan JobStreet.com sepanjang tahun lalu, ada lima perusahaan besar jadi idaman pemburu kerja.

Country Manager Jobstreet.com, Farida Lim mengatakan, pihaknya telah meneliti dan melakukan survei yang diikuti 14.000 koresponden yang terdiri dari berbagai posisi pekerjaan dan industri. Dari hasil survei, perusahaan minyak dan gas menjadi primadona pencari kerja di Indonesia.

"Perusahaan minyak dan gas yang menduduki pilihan pertama adalah PT Pertamina (Persero) dan pada peringkat kedua ditempati oleh perusahaan minyak asal Amerika Serikat, Chevron Pasific Indonesia," katanya ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta beberapa waktu lalu.

Posisi ketiga ditempati Unilever Indonesia. Perusahaan yang bermarkas di Rotterdam, Belanda ini memiliki banyak sekali merek dagang terkenal yang menjadi andalan. Mulai dari produk makanan hingga kebutuhan sehari-hari.

Farida menilai, wajar Unilever menempati urutan ketiga karena masyarakat Indonesia sudah sangat familiar dengan berbagai produk dari Unilever.

Google Indonesia juga menjadi salah satu perusahaan idaman pencari kerja. Mesin pencarian yang dirintis oleh Larry Page ini menjadi satu-satunya perusahaan berbasis IT yang masuk dalam jajaran lima perusahaan impian Indonesia.

Terakhir perbankan-perbankan BUMN seperti Bank Mandiri, BRI dan BNI. "Perbankan-perbankan tersebut memang paling diminati pelamar kerja," katanya.

Namun Farida mengingatkan pencari kerja untuk berhati-hati dengan kemungkinan lowongan kerja palsu dengan mencatut nama perusahaan besar tersebut.

"Penipu memasang iklan lowongan pekerjaan yang menggiurkan, semisal bidang perbankan para pencari kerja menyukai customer service. Maka penipu berulang kali memosting iklan lowongan kerja itu," ucapnya.

Farida mengakui banyak pencari kerja tergoda ketika menemukan lowongan kerja dari lima perusahaan raksasa itu. Jika tidak mencatut nama perusahaan, lowongan kerja palsu biasanya menawarkan gaji yang sangat tinggi.

"Mereka memasang info lowongan pekerjaan yang memiliki kriteria yang sangatlah rendah namun dengan gaji yang akan diterima sangatlah tinggi," tutupnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini