Ini hambatan pengembangan fintech di Indonesia versi OJK

Selasa, 31 Juli 2018 15:42 Reporter : Dwi Aditya Putra
Ini hambatan pengembangan fintech di Indonesia versi OJK Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida mengatakan industri fintech memiliki potensi yang besar, namun memiliki tantangan yang besar untuk dikembangkan. Salah satunya, tantangan dalam menyeimbangkan sisi bisnis dan sisi sosial dari industri fintech.

"Sebetulnya beberapa hambatan yang kita lihat tadi adalah dalam mengembangkan ini kita harus melihat balance atau keseimbangan antara bisnis sidenya dengan sosial sidenya bahkan teknologi sidenya itu harus ada," kata Nurhaida saat ditemui di Hotel Daharmawangsa, Jakarta, Selasa (31/7).

Tantangan selanjutnya adalah mendorong pemahaman masyarakat mengenai produk-produk finansial yang ditawarkan oleh jasa fintech. Salah satunya dari sisi kemampuan masyarakat untuk bisa mengakses fintech tersebut.

"Misalnya salah satu alat yang bisa digunakan untuk fintech adalah handphone. Tentu kita berharap handphone ini available atau bisa dimiliki masyarakat dengan harga yang bisa dijangkau oleh masyarakat sehingga fasilitas itu bisa digunakan untuk mengakses finansial teknologi," jelasnya.

Untuk itu, OJK hingga saat ini masih menggodok aturan mengenai fintech secara principal atau secara basic. Aturan tersebut nantinya akan menjadi penyeimbang di tengah perkembangan fintech di Indonesia yang tengah berkembang pesat.

"Fintech di Indonesia berkembang sangat pesat dan itu tentunya sebagai regulator dari OJK kita mencoba menyeimbangkan antara pertumbuhan fintech dengan keamanan investasi di fintech," imbuhnya.

Meski demikian, dia meyakini secara prospek pertumbuhan fintech di Indonesia memang cukup bagus, karena didukung oleh penggunaan teknologi informasi. Sehingga daerah-daerah terpencil juga dapat terjangkau dari teknologi tersebut.

"Dengan adanya struktur tersebut kita harapkan fintech ini bisa meningkatkan inklusi finansial di Indonesia. Dan tentu itu akan berujung atau kita harapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena banyak nanti masyarakat Indonesia yang punya akses ke finansial sistem yang ada di Indonesia," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini