Ini ganti rugi harus dibayar Lion Air pada keluarga korban pesawat JT 610 yang jatuh

Senin, 29 Oktober 2018 15:18 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Ini ganti rugi harus dibayar Lion Air pada keluarga korban pesawat JT 610 yang jatuh Lion Air. ©2016 Merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah untuk memastikan pertanggung jawaban Lion Air kepada keluarga korban pesawat yang jatuh di Karawang. Hal ini terkait kompensasi dan ganti rugi.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, meminta Kemenhub untuk memastikan bahwa pihak Lion Air bertanggung penuh terhadap hak-hak keperdataan penumpang sebagai korban, terkait kompensasi dan ganti rugi. Menurut Permenhub No. 77 Tahun 2011, penumpang yang mengalami kecelakaan pesawat (meninggal dunia) berhak mendapatkan kompensasi sebesar Rp 1.250.000.000/pax.

"Bahkan managemen Lion Air harus bisa memastikan keluarga/ ahli waris yang tinggalkan masa depannya tidak terlantar, ada jaminan biaya pendidikan/ beasiswa untuk ahli waris yang masih usia sekolah," ujarnya di Jakarta, Senin (29/10).

YLKI meminta Kemenhub untuk memastikan bahwa penerbangan lainnya baik Lion Air dan atau maskapai lain, tidak ada masalah terkait teknis dan keamanan.

YLKI juga meminta Kemenhub untuk meningkatkan pengawasan kepada semua maskapai, baik terkait pengawasan teknis dan atau performa managerial. Terutama meningkatkan pengawasan ke managemen Lion Air.

"Pengawasan yang intentif dan mendalam sangat urgen dilakukan pada Lion Air, yang selama ini dianggap sering mengecewakan konsumennya," tuturnya.

YLKI turut mendesak pihak Boeing untuk memberikan penjelasan komprehensif atas kecelakaan pesawat JT 610 karena menggunakan pesawat seri terbaru, yakni B737 Max yang baru dirilis pada Agustus 2018, dan baru mempunyai 900 jam terbang. Adakah cacat produk dari jenis pesawat tersebut.

Menurutnya, jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, tujuan Jakarta-Pangkal Pinang bagaimana pun merupakan presedan buruk bagi citra penerbangan di Indonesia, yang sebenarnya sudah mulai mendapatkan apresiasi positif di dunia internasional, baik dari Uni Eropa, FAA (Amerika) dan mendapatkan audit sangat tinggi dari ICAO.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini