Ini cara unik Podomoro City kendalikan sampah menumpuk

Jumat, 23 Maret 2018 17:05 Reporter : Idris Rusadi Putra
Ini cara unik Podomoro City kendalikan sampah menumpuk Agung Podomoro. Istimewa ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia tengah menghadapi darurat sampah. Di bali misalnya, produksi sampah bisa mencapai 3.000 ton lebih per harinya. Sampah-sampah tersebut datang dari luar bahkan dari dalam negeri sendiri.

Menurut penelitian National Geographic, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah laut terbesar kedua di dunia. Namun, untuk mengendalikan sampah dengan melibatkan masyarakat diperlukan berbagai upaya yang kreatif dan inovatif.

Program inovatif pengendalian sampah di kawasan Podomoro City, TrashForPoints ini mungkin bisa dicontoh. Program ini diterapkan di Central Park Mall-Neo Soho Mall dan hunian apartemen yang digagas bersama dengan PT Agung Podomoro Land, Tbk (APLN), Yayasan Agung Podomoro Land (YAPL) dan Inner City Management.

"Ini adalah program pertama Central Park Mall-Neo Soho dari kampanye besar di bidang sosial (flagship social campaign) perusahaan bertema #Untrashing Now," kata Senior Manager Marketing Communication Central Park-Neo Soho Mall, Silviyanti Dwi Aryati di Jakarta, Jumat (23/3).

Silviyanti menjelaskan, #Untrashing Now bertujuan mengajak komunitas menjadi bagian dari solusi masalah sampah melalui program-program yang dapat meningkatkan kepedulian masyarakat. Program ini diharapkan mampu mendorong perubahan budaya peduli sampah melalui pendekatan edukasi dan insentif yang inovatif.

Khusus TrashForPoints, mereka yang terlibat akan mendapatkan insentif berupa point 360 degree, loyalty program milik Central Park Mall–Neo Soho. Poin tersebut dapat diperoleh dengan cara menukarkan dan memilah sampah di tempat yang telah disediakan di Central Park Mall–Neo Soho Mall dari periode 9 April–22 April 2018.

Nantinya, penghuni apartemen dan pengunjung Central Park Mall–Neo Soho yang menjadi member 360 degree dapat menukarkan hasil pemilahan sampah botol plastik bekas minuman, kaleng minuman, baterai bekas, dan kertas (termasuk koran atau majalah) sebanyak 5 satuan kombinasi apapun dengan 1 point 360 degree di stand booth Customer Service Center lantai LGM dan lantai 3A Neo Soho.

"Karena dilandasi semangat edukasi, kalau tidak memilah tidak mendapatkan points. Khusus botol plastik, kami ajak penghuni apartemen dan pengunjung untuk memisahkan antara tutup botol, label, kemudian meremukan botolnya," jelas Silviyanti

Selain program TrashForPoints, Central Park Mall-Neo Soho yang berada di dalam kawasan Podomoro City ini juga ada fasilitas pengelolaan sampah (Green Waste) di bawah kendali Inner City Management. Fasilitas ini melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah organik dan anorganik dari kawasan sehingga berkontribusi dalam menurunkan beban sampah yang dikirimkan ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Di fasilitas Green Waste tersebut, sampah anorganik dipilah menurut jenisnya dan dikelola untuk didaur ulang. Adapun sampah organik diproses menjadi kompos yang digunakan kembali untuk keperluan pupuk landscaping kawasan dan kegiatan urban farming yang melibatkan warga hunian apartemen dan warga sekitar kawasan.

Silviyanti menambahkan Yayasan APL, Central Park Mall-Neo Soho, serta Inner City Management akan melihat respon masyarakat atas program TrashForPoints.

"Tidak menutup kemungkinan kami akan mereplikasi program TrashForPoints di kawasan lain yang dikelola Agung Podomoro Land. Kami juga terbuka untuk berkolaborasi dengan pihak lain demi memperluas manfaat positif dari program ini," kata Silviyanti. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Agung Podomoro
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini