Ini Cara Pemerintah Dorong Harga Karet Capai Rp 9.000 Per Kg

Jumat, 11 Januari 2019 12:48 Reporter : Anggun P. Situmorang
Ini Cara Pemerintah Dorong Harga Karet Capai Rp 9.000 Per Kg pohon karet. shutterstock

Merdeka.com - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian tengah mengkaji rencana pemanfaatan karet untuk pembangunan jalan. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat harga jual karet alam yang tengah mengalami penurunan.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang mengatakan, pemerintah sedang mengkaji spesifikasi karet yang memenuhi kualitas sebagai pencampuran aspal. Ke depan, produksi karet diharapkan dapat mencapai kualitas optimal.

"Ini yang sedang menindaklanjuti itu tapikan harus ada spesifikasi teknis untuk bisa memenuhi permintaan supaya dijadikan bahan dasar pengolahan karet untuk aspal itu ya. Jadi kita juga mendorong apa treatment yang kita berika kepada petani untuk bisa," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (11/1).

Bambang mengatakan, peningkatan kualitas karet ini akan membuat harga karet naik. Dia menargetkan, karet produksi dalam negeri mampu mencapai harga Rp 9.000 per Kilogram (Kg), naik signifikan dibanding harga saat ini sebesar Rp 6.000 per Kg.

"Kita harapkan harga Rp 9.000-Rp 10.000 an lah tapi dengan harga Rp 9.000 sudah bagus lah.

Artinya kita dorong petani untuk menghasilkan spesfikasi yang dibutuhkan itu supaya harganya bisa masuk. Jadi petani bisa mendapatkan pendapatan yang wajar. Sekarang yang mutunya rendah kan sekitar Rp 6.000 per Kg," jelasnya.

Bambang menambahkan, kriteria karet berkualitas baik yang akan didorong ke depan harus memiliki tingkat kadar kekeringan maksimum dan kebersihan terjaga. "Masing-masing pasar, masing-masing industri untuk kepentingan apa juga mutunya berbeda. Tapi tergantung kadar kering nya kebersihannya dan seterusnya," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini