Ini cara industri farmasi Singapura hadapi revolusi industri ke-4

Rabu, 17 Oktober 2018 11:11 Reporter : Ahda Bayhaqi
Ini cara industri farmasi Singapura hadapi revolusi industri ke-4 Ilustrasi Singapura. ©AFP PHOTO

Merdeka.com - Pemerintah Singapura terus menggenjot kemampuan industri farmasi melalui Pharma Innovation Programme Singapore (PIPS) untuk menghadapi revolusi industri ke-4 atau Industri 4.0. Program senilai 34 juta dolar Singapura itu digagas Badan Sains, Teknologi, dan Penelitian (A*STAR).

Dalam program ini, pemerintah Singapura menggandeng National University of Singapore (NUS), Nanyang Technological University (NTU), Singapore Institute of Technology (SIT), perusahaan farmasi GlaxoSmithKline, MSD Internasional GmbH dan Pfizer Asia Pacific Pte Ltd. Penandatanganan kerja sama dilakukan dalam acara Industrial Transformation Asia-Pacific (ITAP) di Singapore Expo, Selasa (16/10).

Direktur Eksekutif A*STAR, Tan Sze Wee mengatakan, PIPS adalah salah satu cara untuk mencapai target permintaan pasar obat-obatan yang terus bertransformasi. Dalam industri 4.0, pasar obat-obatan menginginkan obat spesialisasi, harga dan kualitas yang terus meningkat.

"Program PIPS akan menjadi tempat ujicoba otomatisasi, manufaktur pintar, dan digitalisasi lewat industri internet perusahaan farmasi dalam industri 4.0," ujarnya, Selasa (17/10).

Kerja sama PIPS berfokus pada industri berkelanjutan, bio katalis, teknologi pengendalian dan analisa proses mutakhir, digitalisasi, dan pengembangan produk farmasi. Tujuannya untuk meningkatkan target lebih tinggi dalam industri berkelanjutan, percepatan produksi, serta obat-obatan diharapkan mudah dijangkau pasien.

"Kami akan menciptakan ekosistem industri farmasi berbasis kolaborasi. Juga meningkatkan kemampuan evolusi industri farmasi di Singapura," kata Tan. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Industri 4.0
  2. Singapura
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini