Ini alasan dibalik penutupan pabrik Chevrolet di Bekasi

Minggu, 1 Maret 2015 12:24 Reporter : Idris Rusadi Putra
Ini alasan dibalik penutupan pabrik Chevrolet di Bekasi Chevrolet Aveo. ©2014 Otosia.com

Merdeka.com - General Motor (GM) bakal menutup salah satu pabriknya di Bekasi, Jawa Barat pada Juni 2015. Salah satu alasannya, pabrik yang memproduksi mobil merek Chevrolet itu tak kunjung mendapat keuntungan dari hasil bisnis di Indonesia.

Wakil Presiden Eksekutif GM dan Presiden GM International, Stefan Jacoby mengatakan penutupan pabrik ini dilakukan dalam rangka memperkokoh kinerja operasi secara global. Pihak General Motors akan melakukan transisi korporat menjadi sebuah perusahaan distribusi (National Sales Company) di Indonesia.

"Menghentikan kegiatan produksi kendaraan di pabrik Bekasi pada akhir Juni 2015. Dalam kaitan ini GM Indonesia akan tetap berada di Indonesia dengan produk produk unggulan seperti Chevrolet Orlando, Captiva dan Trailblazer yang dapat diperoleh melalui jaringan dealer resmi Chevrolet. GM Indonesia sedang mengalami transformasi yang lebih berorientasi pada pasar," kata Stefan dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (1/3).

Menurut Stefan, transformasi ini akan semakin memperkuat struktur bisnis dan jaringan pemasaran dengan fokus pada pengembangan merek Chevrolet serta menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi yang kompetitif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Indonesia.

"Beberapa faktor turut menentukan keputusan GM ini, termasuk biaya material yang tinggi dan semakin berkurangnya potensi dalam pemanfaatan keberadaan pemasok dalam negeri dikarenakan skala produksi yang terbatas," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan penutupan pabrik otomotif Chevrolet ini tidak serta merta menggambarkan kondisi investasi di Indonesia. Dalam pandangannya, pabrik milik perusahaan otomotif asal Amerika itu kalah bersaing dengan pabrikan otomotif Jepang dan Korea.

"Pasar mobil di Indonesia memang didominasi Jepang, sehingga sulit sekali bagi mobil-mobil kelas yang sama, kecuali di atasnya atau yang spesifik," ujar dia di Jakarta, Jumat (27/2) malam.

Menurutnya, tutupnya GM tidak mempengaruhi potensi investasi di Indonesia. Produsen mobil VW saja, kata dia, sudah ancang-ancang mendirikan pabrik di Indonesia. "Tutupnya GM di Indonesia bukan berarti iklim investasi di Indonesia yang salah. Itu enggak akan pengaruhi," katanya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini