Ingin tahu jasa keuangan, hakim mulai belajar ke OJK

Kamis, 5 Juni 2014 11:10 Reporter : Ardyan Mohamad
Ingin tahu jasa keuangan, hakim mulai belajar ke OJK SBY bahas perekonomian dengan BI dan OJK. ©rumgapres/abror rizki

Merdeka.com - Hakim di Mahkamah Agung mendapat pelatihan mengenai peran bank sentral dan jasa keuangan. Kegiatan itu sudah dijalankan selama 12 tahun berturut-turut. Pada 2014, tahun ke-13 pelaksanaan, Mahkamah Agung sebagai institusi memayungi para hakim tertinggi di republik tidak lagi sekadar meminta bantuan Bank Indonesia, tapi juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para hakim mengenai isu-isu spesifik bidang perbankan dan sektor jasa keuangan. Harapannya, pengetahuan itu dapat membantu mereka dalam menangani berbagai tindak pidana di sektor keuangan yang kerap terjadi. kerja sama secara formal antara tiga instansi ini dituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani di Jakarta, Kamis 5 Juni 2014.

"Kerja sama antar tiga pihak, MA, BI dan OJK ini merupakan baru pertama kali terjadi. Hal ini dapat dipahami karena OJK adalah lembaga baru yang keberadaannya diatur di UU nomor 21 tahun 2011," kata Ketua MA Muhammad Hatta Ali dalam sambutannya.

Perluasan kerjasama diharapkan lebih memperkaya wawasan para hakim di bidang pasar modal dan lembaga keuangan bukan bank, yang memang diawasi OJK. Kerjasama ini jadi forum bagi para hakim untuk memberikan masukan terkait aspek-aspek hukum yang bersinggungan dengan pelaksanaan tugas Bank Indonesia maupun Otoritas Jasa Keuangan.

Walau cuma hakim agung yang mendapat pelatihan ini, Hatta Ali berjanji menyebarluaskan pelatihan ke hakim di tingkatan lebih rendah. Baik itu pengadilan negeri, pengadilan tinggi, hingga pengadilan agama

"Kita siap Turun ke daerah dan akan mensosialisasikan ke darah, baik ke hakim atau ke pegawai kelembagaan untuk meningkatkan pengetahuan para hakim memeriksa dan mengadili suatu perkara, terutama yang berkaitan dunia perbankan dan jasa keuangan," ujarnya.

Ketua OJK Muliaman D Hadad mengaku gembira pihaknya kini dilibatkan dalam melatih para hakim agung untuk isu-isu jasa keuangan, pasar modal, dan non-bank. Khususnya, karena bisnis ini bentuknya amat banyak dan selalu berubah setiap waktu. "Industri keuangan sangat cepat berkembang. Lintas bahasnya nasional dna internasional. Oleh karena itu memberikan kompleksitas tersendiri," kata Muliaman.

Di luar itu, hakim juga perlu mendapat pemahaman soal tren jasa keuangan saat ini yang mengarah ke syariah. Ini diperlukan, kata Muliaman, terutama oleh hakim pengadilan agama. "Saya menekankan pentingnya sosialisasi lembaga keuangan syariah kepada hakim di pengadilan agama yang tidak kecil. Karena peran pengadilan agama untuk mengawal perkembangan industri syariah," ungkapnya. [arr]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. OJK
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini